Katingan Pelajari Inovasi Desa Bongan untuk Perkuat Ekonomi Keluarga dan Ketahanan Pangan
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, TABANAN – Peserta kaji banding peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat dari Kabupaten Katingan mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bongan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Senin (22/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempelajari strategi pengembangan usaha berbasis potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Katingan sekaligus Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forum PUSPA) Kabupaten Katingan, Winda Natalia, bersama Kepala DP3AP2KB Kabupaten Katingan, Henni, Forum PUSPA, Forum Anak, serta para pelaku UMKM Kabupaten Katingan.
Salah satu lokasi yang menjadi tujuan kunjungan adalah UMKM penghasil Teh Gobo dan minyak kelapa yang telah berhasil mengembangkan produk lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga strategi pengembangan usaha yang dijalankan pelaku UMKM setempat.
Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran langsung tentang bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Katingan, Winda Natalia, mengatakan pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam mendorong pengembangan UMKM di Kabupaten Katingan.
“Banyak potensi lokal yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi produk bernilai jual tinggi. Melalui kunjungan ini, kami melihat bagaimana kreativitas, inovasi, dan pengelolaan yang baik mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan usaha baru,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Katingan, Henni, menilai pengembangan UMKM berbasis sumber daya lokal memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
“Ketika masyarakat mampu mengolah potensi yang ada di sekitarnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh keluarga. Pendapatan meningkat, usaha berkembang, dan kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” katanya.
Menurut Henni, Kabupaten Katingan memiliki beragam potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah apabila didukung inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta strategi pemasaran yang tepat.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, pengembangan UMKM juga dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan kaji banding tersebut, peserta diharapkan dapat membawa berbagai pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama kunjungan untuk diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten Katingan, sehingga mampu menciptakan lebih banyak usaha produktif berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat bagi masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana
















Comments