top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Kobar Makin Parah, Nurhidayah Minta Pemerintah Pusat Segera Turunkan Bantuan

4 hours ago
2 min read
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama Km 11–12. (Foto: Istimewa).
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama Km 11–12. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj Nurhidayah, meminta pemerintah pusat segera menyalurkan bantuan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kobar dan Kalimantan Tengah. Permintaan tersebut disampaikan menyusul kabut asap yang semakin pekat dan keterbatasan personel serta sarana prasarana penanganan kebakaran.


Nurhidayah menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama Km 11–12, Minggu (11/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah Kobar, Kepala Pelaksana BPBD Kobar, serta perwakilan Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.


Menurut Nurhidayah, terdapat tiga kawasan yang menjadi perhatian karena berkontribusi terhadap kabut asap di Kobar, yakni ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Desa Tanjung Putri, dan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).


Ketiga wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai prioritas penanganan khusus karhutla. Ia mengatakan, kabut asap dalam tiga hari terakhir semakin pekat dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas transportasi udara.


“Untuk tiga wilayah ini telah ditetapkan masuk skala prioritas penanganan khusus karhutla. Karena sudah tiga hari terakhir ini kabut asap di Kobar semakin pekat, hal tersebut akan berdampak meningkatnya kasus ISPA, bahkan penerbangan pun ditunda. Kondisi ini jangan dianggap sepele. Kami harapkan pemerintah pusat turun langsung ke wilayah Kobar dan Provinsi Kalimantan Tengah, bantu kami dan segera turunkan bantuan,” katanya.


Nurhidayah mengakui, meluasnya kebakaran membuat personel harus dibagi ke sejumlah lokasi, sementara ketersediaan peralatan dan sarana pendukung masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam mengoptimalkan penanganan di lapangan.


Ia juga memberikan semangat kepada para relawan yang masih berjibaku menangani kebakaran di kawasan TNTP. Menurutnya, upaya pemadaman harus terus dilakukan meskipun petugas menghadapi keterbatasan tenaga dan peralatan.


“Bunda harapkan relawan yang saat ini tengah melakukan penanganan kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting, jangan kendor, jangan menyerah. Kita berjuang bersama untuk menyelamatkan lingkungan. Untuk kejadian kebakaran di TNTP ini akan ditinjau langsung oleh Kementerian Kehutanan. Kita buktikan dengan keterbatasan tenaga dan sarana prasarana, tetapi kita masih memiliki semangat dalam penanganan kebakaran ini,” ucapnya.


Bupati juga mengingatkan semua pihak agar tidak saling menyalahkan terkait kebakaran di kawasan TNTP. Ia meminta perhatian tetap diarahkan pada upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran, terlepas dari luas area yang terdampak.


Berdasarkan data pemantauan citra satelit yang disampaikan, luas area kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting mencapai 52.325,73 hektare. Kebakaran tersebut dilaporkan telah merambah hingga zona inti kawasan konservasi.


Besarnya area terdampak dan keterbatasan sumber daya menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di Kobar. Nurhidayah berharap dukungan pemerintah pusat segera terealisasi agar upaya pemadaman dapat diperkuat, penyebaran asap ditekan, serta dampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page