Karhutla Kalteng Terus Ditangani, 10.700 Personel Dikerahkan dan 137,18 Hektare Berhasil Dipadamkan

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng bersama Satgas Gabungan, Senin (5/10/2026).
Sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung pemadaman darat di berbagai titik rawan. Personel tersebut berasal dari unsur TNI dan Polri, BPBD, Manggala Agni, OPD provinsi dan kabupaten/kota, relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga tim pemadam dari pihak swasta.
Berdasarkan data harian BPBPK Kalteng per 5 Oktober 2026, pemadaman dalam 24 jam terakhir berhasil menangani karhutla dengan total luasan mencapai 137,18 hektare.
Data tersebut dihimpun dari laporan kejadian dan luasan area yang berhasil ditangani pemerintah kabupaten/kota melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBPK Kalteng.
Penanganan dilakukan dengan memprioritaskan titik api yang masih aktif, mencegah meluasnya kebakaran, serta melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat agar operasi di lapangan berjalan cepat dan terarah.
Di sisi lain, kondisi cuaca masih menjadi perhatian. Berdasarkan analisis parameter Fine Fuel Moisture Code (FFMC) BMKG, tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Kalteng berada pada kategori sangat mudah terbakar.
Kondisi tersebut menunjukkan material bahan bakar permukaan yang kering lebih mudah terbakar. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu api, termasuk pembakaran lahan secara terbuka.
Untuk periode 5 hingga 8 Oktober 2026, BMKG memprakirakan sebagian wilayah Kalteng mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah daerah juga berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Selain ancaman kebakaran, kualitas udara akibat karhutla juga menjadi perhatian. Pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah, termasuk Palangka Raya dan daerah terdampak karhutla, telah mencapai kategori sangat tinggi. Pada waktu tertentu, angka PM2.5 bahkan tercatat menembus lebih dari 1.000.
BPBPK Kalteng bersama Satgas Gabungan terus meningkatkan patroli, pemantauan titik rawan, pemadaman, pendinginan, serta upaya pencegahan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Pemerintah juga mengajak masyarakat, dunia usaha, relawan dan seluruh unsur terkait untuk bersama-sama mencegah munculnya titik api dengan tidak melakukan pembakaran lahan.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kondisi lingkungan dan kualitas udara, sekaligus segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
-red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments