top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Kabut Asap, PLA Palangka Raya Alihkan Terapi ABK ke Rumah

Terapis dan guru PLA Kota Palangka Raya memberikan pendampingan kepada anak berkebutuhan khusus di rumah selama kondisi kabut asap. (Foto: MC Kota Palangka Raya)
Terapis dan guru PLA Kota Palangka Raya memberikan pendampingan kepada anak berkebutuhan khusus di rumah selama kondisi kabut asap. (Foto: MC Kota Palangka Raya)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Palangka Raya memastikan anak berkebutuhan khusus (ABK) tetap mendapatkan penanganan dan pendampingan selama kondisi kabut asap menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.


Sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan anak, PLA Kota Palangka Raya di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mengalihkan sementara sesi terapi tatap muka di pusat layanan menjadi program terapi dan pendampingan guru ke rumah.


Kebijakan tersebut dilakukan agar program terapi dan stimulasi bagi ABK tetap berjalan secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi risiko anak terpapar udara tidak sehat akibat kabut asap.


Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengatakan, pendampingan ke rumah dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara terapis dan guru. Keduanya melakukan kunjungan langsung untuk memberikan program terapi yang sebelumnya dilaksanakan di pusat layanan.


“Program pendampingan ke rumah ini menggunakan pendekatan ganda, yakni terapis dan guru melakukan visit serta memberikan program seperti yang dilakukan di pusat layanan, tetapi dialihkan ke rumah,” ujar Jayani, Selasa (1/9/2026).


Menurutnya, metode tersebut juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk melihat secara langsung proses terapi dan berbagai aktivitas yang diberikan kepada anak.


Dengan demikian, orang tua diharapkan dapat menerapkan kembali latihan sederhana bersama anak di rumah dengan memanfaatkan media yang tersedia di lingkungan sekitar.


“Kami berharap orang tua tetap membantu anak melakukan aktivitas latihan meskipun dengan keterbatasan media yang ada di rumah,” tambahnya.


Selama kondisi kabut asap, program terapi difokuskan pada aspek sensori motorik dan kemandirian anak. Latihan tersebut diharapkan membantu anak tetap aktif melakukan kegiatan di dalam rumah ketika aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi.


Keterbatasan aktivitas fisik di luar rumah juga menjadi perhatian karena perubahan rutinitas dapat memengaruhi kondisi anak berkebutuhan khusus, termasuk memicu kecemasan maupun perubahan perilaku.


Tim PLA Kota Palangka Raya turut mengimbau orang tua berperan aktif dalam mendampingi anak selama berada di rumah. Dalam kondisi kabut asap, orang tua menjadi bagian penting untuk memastikan latihan dan stimulasi tetap dilakukan sesuai program yang telah diberikan terapis dan guru.


Melalui pola terapi dan pendampingan di rumah tersebut, PLA berharap orang tua semakin memahami aktivitas sederhana yang dapat dilakukan bersama anak. Dengan demikian, keberlanjutan program terapi dan stimulasi bagi ABK tetap terjaga meskipun kondisi udara belum memungkinkan pelaksanaan layanan secara normal di pusat layanan. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page