top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Kabut Asap, Peringatan Hari Santri 2026 di Kotim Dipindahkan ke Dalam Ruangan

2 hours ago
2 min read
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur digelar melalui istigasah dan doa bersama di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla. (Foto: Diskominfo Kotim).
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur digelar melalui istigasah dan doa bersama di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla. (Foto: Diskominfo Kotim).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar istigasah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang biasanya dilaksanakan di lapangan terbuka tersebut dipindahkan ke dalam ruangan untuk menjaga kesehatan peserta di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Dalam sambutannya, Bupati Kotim H. Halikinnor mengatakan, Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.


Menurutnya, semangat perjuangan tersebut perlu diwariskan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemandirian ekonomi.


Ia menekankan pentingnya membentuk generasi santri yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.


Dalam kesempatan tersebut, Halikinnor juga menyoroti kondisi kabut asap akibat karhutla dan kemarau panjang yang melanda Kotim. Menurutnya, keadaan ini menjadi tantangan bersama sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.


Pemerintah daerah bersama unsur terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemadaman titik api hingga penerapan teknologi modifikasi cuaca. Namun, langkah tersebut perlu didukung kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk mencegah kebakaran baru, termasuk dengan tidak membakar lahan.


Di tengah upaya penanganan tersebut, Bupati mengajak masyarakat, khususnya para santri, untuk memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa bersama agar kondisi daerah segera membaik.


“Manusia memiliki keterbatasan, sehingga selain terus berikhtiar, kita juga harus memperbanyak doa. Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa rahmat, sehingga kabut asap dan kemarau panjang yang melanda daerah kita dapat segera berakhir,” demikian pesan Halikinnor dalam sambutannya.


Istigasah dan doa bersama tersebut menjadi bagian dari upaya spiritual masyarakat dalam menghadapi kondisi lingkungan yang terjadi di Kotim. Kegiatan ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran serta memperburuk kualitas udara.


Halikinnor juga mengajak para santri untuk terus menuntut ilmu, menjaga persatuan dan kerukunan, serta mengamalkan nilai hubbul wathan minal iman, yang bermakna cinta tanah air merupakan bagian dari iman.


Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Kotim berharap lahir generasi muda yang religius, berilmu, mandiri, mencintai tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan kelestarian lingkungan.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page