Inflasi Kalteng Juni 2026 Capai 4,47 Persen, Kapuas Tertinggi di Provinsi
- Fransisca Fethy Angelina
- 9 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026 mencapai 4,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,61. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,06 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan inflasi dipicu kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
"Inflasi terjadi karena hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kontributor terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Harga beras dan bahan bakar minyak menjadi faktor paling dominan," ujar Maria dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).
BPS mencatat Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan inflasi tahunan tertinggi di Kalimantan Tengah, yakni 5,01 persen dengan IHK 113,94. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,81 persen dengan IHK 113,79.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 2,37 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,61 persen, serta kelompok transportasi 0,58 persen.
Sejumlah komoditas yang paling besar mendorong inflasi antara lain beras, bensin, minyak goreng, ikan nila, ikan patin, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, solar, angkutan udara, telur ayam ras, kopi bubuk, dan emas perhiasan.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga membantu menahan laju inflasi. Komoditas tersebut di antaranya daging ayam ras, terong, cumi-cumi, kelapa, buah naga, rampela hati ayam, sabun deterjen bubuk, kunyit, popok bayi sekali pakai, dan sabun mandi cair.
Selain inflasi tahunan, Kalimantan Tengah juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,23 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date) hingga Juni 2026 mencapai 2,39 persen.
Kenaikan inflasi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat apabila tidak diimbangi dengan upaya pengendalian harga. Stabilitas pasokan pangan, kelancaran distribusi barang, serta ketersediaan energi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali pada bulan-bulan mendatang. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments