top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh di Perairan Seruyan, Basarnas Kerahkan 15 Personel

5 hours ago
2 min read
Helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat dengan nomor registrasi HA-5235 dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Segintung, Kabupaten Seruyan. (Foto: Istimewa).
Helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat dengan nomor registrasi HA-5235 dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Segintung, Kabupaten Seruyan. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG – Helikopter jenis Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan di kawasan perairan Segintung, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Helikopter tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan saat menjalankan misi water bombing untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Berdasarkan informasi sementara, helikopter yang memiliki homebase di Bandara Kuala Pembuang itu membawa delapan personel. Lokasi kejadian dilaporkan berada di sekitar kawasan Pematang Limau, tidak jauh dari garis pantai.


Informasi awal menyebutkan Mayor CPN Dudi dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, sejumlah awak lainnya dilaporkan selamat maupun telah mendapatkan penanganan medis. Namun, perkembangan kondisi seluruh personel dan proses evakuasi masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak TNI.


Dalam perkembangan penanganan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) turut mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi. Kepala Basarnas Palangka Raya, Agung Ketut Alit Supartana, menyampaikan bahwa sebanyak 15 personel disiapkan untuk mendukung operasi tersebut.


Dari jumlah itu, lima personel telah lebih dahulu bergerak menuju lokasi, sedangkan 10 personel lainnya disiapkan sebagai bantuan tambahan dari Palangka Raya.


Agung mengatakan koordinasi terus dilakukan dengan jajaran Kodim di wilayah Seruyan terkait kebutuhan dan pergerakan tim di lapangan. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya belum memperoleh informasi terverifikasi mengenai jumlah personel yang masih belum ditemukan.


Sementara itu, Kepala BPBPK Kalteng, Toyib, saat dimintai keterangan melalui pesan WhatsApp terkait kronologi kecelakaan dan jumlah awak yang telah dievakuasi, mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada pihak TNI.


Berdasarkan informasi sementara yang beredar, proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur, termasuk TNI AD dan Basarnas. Beberapa personel dilaporkan telah dievakuasi melalui jalur udara maupun menuju Pos Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Sejumlah awak lainnya juga dilaporkan mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang.


Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kecelakaan serta perkembangan evakuasi seluruh awak belum disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang. Keterangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan jumlah korban dan kondisi masing-masing personel.


-red


Penulis: Wiyandri

Editor: Angel

Comments


bottom of page