top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Gubernur Agustiar Salurkan Bantuan Pangan dan KHBS untuk Warga Panarung

Sep 30
2 min read
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyerahkan bantuan pangan dan KHBS kepada warga Kelurahan Panarung, Palangka Raya. (Foto: Dok. Wiyandri).
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyerahkan bantuan pangan dan KHBS kepada warga Kelurahan Panarung, Palangka Raya. (Foto: Dok. Wiyandri).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyambangi warga Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya, sekaligus menyalurkan bantuan pemerintah bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, Selasa (29/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bapperida Provinsi Kalteng, Jalan Diponegoro, tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan diterima masyarakat yang telah memenuhi kriteria sebagai penerima.


Dalam penyaluran itu, sebanyak 1.531 penerima manfaat mendapatkan bantuan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Selain itu, sebanyak 500 warga terdampak karhutla menerima bantuan pangan.


Pemprov Kalteng juga menyalurkan masker dan vitamin serta makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan telur sebagai dukungan terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi karhutla dan kabut asap.


Program KHBS diberikan kepada masyarakat yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi. Pada penyaluran sebelumnya, bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan tunai sebesar Rp250 ribu untuk setiap penerima manfaat.


Agustiar tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis, tetapi juga berdialog langsung dengan warga. Ia meminta pemerintah di tingkat kelurahan terus melakukan evaluasi dan memperbarui data apabila masih terdapat masyarakat yang memenuhi kriteria namun belum tercatat sebagai penerima.


“Yang penting orang yang berhak menerima,” tegas Agustiar.


Ia menekankan, penyaluran bantuan harus didasarkan pada kondisi dan kelayakan masyarakat, bukan latar belakang agama, suku maupun pilihan politik. Pembaruan data juga diperlukan untuk menghindari ketidaktepatan sasaran maupun penerimaan bantuan secara ganda.


Selain penyaluran bantuan, Agustiar mengajak masyarakat memperkuat gotong royong dalam menghadapi kemarau dan karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.


Ia menjelaskan, kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla karena api yang telah padam di permukaan masih dapat menyisakan bara di bawah tanah dan kembali memicu kebakaran.


Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran kepada pihak berwenang. Penanganan terhadap dugaan pelanggaran tetap harus dilakukan melalui aparat penegak hukum sesuai ketentuan.


“Perlu kesadaran kita semua. Kalau ditemukan orang-orang seperti itu, ayo kita lapor. Tapi kita adalah negara hukum, harus diserahkan kepada aparat,” ujarnya.


Agustiar juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial, termasuk ketika menyampaikan kritik kepada pemerintah. Ia menyebut kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi masukan untuk memperbaiki pelayanan dan kebijakan pemerintah.


“Kritik yang membangun, kami terima,” katanya.


Masyarakat yang merasa memenuhi kriteria penerima bantuan tetapi belum terdata juga diminta menyampaikan laporan melalui kanal resmi Lapor Gubernur Kalteng agar dapat ditindaklanjuti oleh jajaran terkait.


Kehadiran langsung gubernur di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi sekaligus memastikan program bantuan pemerintah menjangkau warga yang membutuhkan. Di tengah kondisi kemarau dan karhutla yang masih berlangsung, masyarakat juga diajak menjaga kebersamaan dan lingkungan untuk mencegah kebakaran meluas.


-red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page