top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

FMIPA UPR Dorong Riset Sains Berbasis Potensi Lokal untuk Hasilkan Inovasi

1 day ago
2 min read
Seminar Nasional Sains dan Teknologi ke-8 FMIPA Universitas Palangka Raya menghadirkan akademisi dan peneliti dari dalam dan luar negeri untuk membahas pengembangan riset berbasis sumber daya alam dan potensi lokal. (Foto: Istimewa).
Seminar Nasional Sains dan Teknologi ke-8 FMIPA Universitas Palangka Raya menghadirkan akademisi dan peneliti dari dalam dan luar negeri untuk membahas pengembangan riset berbasis sumber daya alam dan potensi lokal. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, mendorong pengembangan riset sains dan teknologi berbasis sumber daya alam serta potensi lokal agar menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.


Dorongan tersebut menjadi salah satu fokus Seminar Nasional Sains dan Teknologi ke-8 FMIPA UPR yang mengusung tema kolaborasi inovasi sains dan teknologi berbasis sumber daya alam dan potensi lokal menuju Indonesia Emas 2045.


Ketua Panitia Seminar Nasional Sains dan Teknologi ke-8 FMIPA UPR, Reny Rosalina, Ph.D., mengatakan penelitian perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.


“Melalui forum ini, kami berharap hasil penelitian tidak hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi juga dapat mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Reny di Palangka Raya, Senin.


Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan potensi daerah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar hasil penelitian dapat dikembangkan serta diterapkan sesuai kebutuhan.


Seminar tersebut diikuti 115 peserta, terdiri atas 105 pemakalah dan 10 peserta yang mengikuti kegiatan tanpa mempresentasikan makalah. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, peneliti, profesional hingga praktisi.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 104 peserta berasal dari Indonesia yang mewakili 14 provinsi dan 21 institusi, sedangkan 11 peserta lainnya berasal dari Malaysia. Panitia juga menerima 105 abstrak, dengan rincian 72 abstrak untuk presentasi dan 33 naskah lengkap.


Reny berharap keberagaman peserta dapat memperluas pertukaran pengetahuan, memperkaya diskusi ilmiah, serta membuka peluang kerja sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


“Partisipasi peserta dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang kerja sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.


Untuk memperkuat pembahasan, seminar menghadirkan sejumlah pakar dari dalam dan luar negeri. Di antaranya Aep Patah, Ph.D., Dekan FMIPA Institut Teknologi Bandung; Dr. Adventus Panda, S.Si., M.Si., dari UPR; serta Assoc. Prof. Ir. Ts. Dr. Nur Hasimah Alias dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia.


Narasumber lainnya berasal dari Khon Kaen University, Thailand, Chungnam National University, Korea Selatan, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, serta kalangan industri.


Keterlibatan berbagai institusi tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring penelitian sekaligus mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan penerapan di lapangan. Kolaborasi dengan sektor industri juga dinilai penting untuk mendorong pengembangan hasil riset menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


Reny menegaskan, penguatan kerja sama lintas sektor menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi sumber daya alam dan kekayaan lokal agar memberikan nilai tambah bagi daerah serta masyarakat.


“Harapannya, kolaborasi sains dan teknologi dapat terus diperkuat sehingga potensi sumber daya alam dan lokal mampu dikembangkan menjadi inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page