top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Fairid Naparin Pantau dan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Palangka Raya

1 hour ago
2 min read
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memantau langsung penanganan karhutla di sejumlah titik di Kota Palangka Raya. (Foto: MC Palangka Raya).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memantau langsung penanganan karhutla di sejumlah titik di Kota Palangka Raya. (Foto: MC Palangka Raya).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin turun langsung memantau sekaligus memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kota Palangka Raya, Minggu (20/9/2026).


Peninjauan dilakukan di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 17 dan Km 21 untuk memastikan proses pemadaman berjalan serta kebutuhan personel dan peralatan di lapangan dapat terpenuhi.


Fairid mengatakan Pemko Palangka Raya terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk menangani titik api. Penanganan dilakukan bersama TNI, Polri, relawan, perangkat daerah, dan unsur terkait lainnya.


“Pemerintah Kota Palangka Raya berupaya maksimal dalam memadamkan karhutla. Saat ini kami bersama TNI, Polri, relawan, dan seluruh unsur terkait terus memperkuat upaya di lapangan,” kata Fairid.


Menurutnya, titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah sehingga penanganan harus dilakukan secara bersama dan dibagi berdasarkan lokasi. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Kelurahan Kameloh Baru dan Kompleks Taruna.


“Kami akan terus mengerahkan petugas untuk melakukan pemadaman. Penanganannya kami bagi ke beberapa wilayah agar setiap titik dapat ditangani secara maksimal,” ujarnya.


Pada malam harinya, Fairid kembali turun ke lapangan memimpin pemadaman di sejumlah titik. Penanganan malam dilakukan karena angin kencang pada malam hari berpotensi memunculkan kembali titik api yang sebelumnya telah dipadamkan.


“Angin sekitar pukul 20.00 WIB sampai 23.00 WIB memicu munculnya titik api baru. Lahan terbakar yang sudah padam sejak pagi hingga sore perlu kita lakukan pembasahan kembali,” ujar Fairid.


Pembasahan terutama dilakukan pada lahan gambut yang berada di sekitar permukiman. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara di bawah permukaan kembali menyala dan menyebar ke kawasan tempat tinggal warga.


“Kita perlu melakukan pembasahan di sekitar permukiman perkotaan agar malam hari api tidak kembali menyala dan menyasar rumah warga. Kami ingin memastikan lokasi benar-benar aman,” tegasnya.


Untuk memperkuat penanganan, Pemko Palangka Raya mengerahkan 13 unit mobil operasional yang dibagi ke tiga titik rawan berdasarkan pemetaan konsentrasi api.


Salah satu lokasi yang kembali ditangani berada di kawasan Jalan Mahir Mahar. Meskipun sempat dinyatakan padam pada siang hari, petugas kembali menemukan api saat melakukan pengecekan pada malam hari.


“Contohnya di Jalan Mahir Mahar. Sebenarnya sudah padam, tetapi saat kita kunjungi api kembali menyala. Karena itu kita tidak boleh lengah,” jelas Fairid.


Selain penanganan di lapangan, Fairid juga menerima aspirasi warga Jalan Tjilik Riwut Km 17 yang mengusulkan pembangunan sumur bor untuk mendukung kebutuhan air pemadaman sekaligus menjadi cadangan saat musim kering.


Fairid mengatakan usulan tersebut akan ditindaklanjuti. Namun, sumur bor juga membutuhkan mesin pompa dan peralatan pendukung agar dapat digunakan secara maksimal.


“Usulan sumur bor akan kami tindak lanjuti. Setelah sumur dibuat, tentu harus ada mesin untuk mengalirkan air. Mesin yang ada saat ini masih digunakan petugas di lapangan. Kami akan merencanakan pengadaan mesin dan selang air pendukung,” jelasnya.


Di tengah operasi pemadaman, Fairid juga mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesehatan personel. Menurutnya, petugas yang bekerja di tengah kabut asap dan kondisi medan yang berat harus mendapat perhatian agar dapat menjalankan tugas dengan aman.


Ia menegaskan setiap personel yang akan bertugas perlu menjalani pemeriksaan medis sebelum turun ke lapangan.


Fairid berharap sinergi pemerintah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus diperkuat untuk menangani karhutla. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page