top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

10.700 Personel Disiagakan, Tim Gabungan Tangani 64 Karhutla di Kalteng

2 hours ago
2 min read
Tim gabungan melakukan penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (Foto: Istimewa).
Tim gabungan melakukan penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Sebanyak 10.700 personel gabungan disiagakan di berbagai Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) dan regu pemadam darat untuk menangani Karhutla di sejumlah wilayah.


Data tersebut berdasarkan Laporan Harian SIRINE Karhutla Kalteng per Minggu (20/9/2026). Personel yang terlibat berasal dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Satpol PP, relawan, organisasi perangkat daerah (OPD) serta kelompok masyarakat.


Selain kekuatan di darat, penanganan juga didukung enam unit helikopter water bombing dan satu unit pesawat. Armada udara tersebut digunakan untuk membantu pemadaman, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta patroli udara untuk memantau perkembangan titik api.


Dalam 24 jam terakhir, tim gabungan tercatat menangani 64 kejadian Karhutla yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalteng.


Sementara dalam kegiatan pemadaman harian, tim Posko Krisis bersama relawan gabungan berhasil melakukan pemadaman dengan total luasan mencapai 35,11 hektare.


Hingga pukul 18.00 WIB, titik hotspot dan kejadian Karhutla baru masih terdeteksi di sejumlah wilayah. Luasan area yang terbakar juga telah mencapai ratusan hektare.


Hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat dan Kota Palangka Raya. Sementara kejadian Karhutla harian terbanyak tercatat di Palangka Raya dan Kotawaringin Timur.


Kondisi cuaca juga masih menjadi perhatian dalam penanganan Karhutla. Kondisi atmosfer yang relatif kering selama musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran dan memperbesar risiko penyebaran api.


Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap.


Sebanyak 169 lokasi Rumah Oksigen telah disediakan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap Karhutla. Fasilitas tersebut tersebar di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng.


Rumah Oksigen memanfaatkan sejumlah fasilitas kesehatan, seperti fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, rumah sakit rujukan, puskesmas serta posko penanganan Karhutla di tingkat kelurahan dan kecamatan.


Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi antara unsur pemerintah, aparat, relawan, dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi Karhutla.


Kesiapsiagaan personel dan dukungan armada udara diarahkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.


Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap, terutama bagi kelompok yang mengalami gangguan pernapasan. Warga yang mengalami keluhan kesehatan diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan atau memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.


Penanganan Karhutla masih membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menekan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan dan aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page