Dua Rumah Warga di Sampit Hangus Terbakar, Pemkab Kotim Siapkan Bantuan Rp100 Juta

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana mengalokasikan bantuan pembangunan rumah bagi dua keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Jalan Iskandar 22, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Rencana bantuan tersebut disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor, saat meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga terdampak, Selasa (27/10/2026).
Halikinnor mengatakan, bantuan pembangunan rumah akan diupayakan melalui program anggaran Pemkab Kotim pada 2027. Besaran bantuan diperkirakan mencapai Rp50 juta untuk setiap rumah, sehingga total anggaran yang direncanakan sekitar Rp100 juta bagi kedua keluarga.
“Insyaallah tahun depan kita akan programkan bantuan perumahannya. Biasanya satu rumah sekitar Rp50 juta. Jadi, kalau ini dua rumah, mungkin Rp100 juta yang akan kita anggarkan untuk membangun, minimal agar bisa menjadi tempat tinggal,” ujar Halikinnor.
Selain rencana pembangunan kembali rumah, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan sementara berupa bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga korban setelah kehilangan tempat tinggal.
Halikinnor menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menghanguskan dua rumah tersebut. Ia berharap keluarga terdampak diberi kekuatan untuk menghadapi situasi sulit dan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Peninjauan itu turut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, perwakilan Kodim 1015/Sampit, Penjabat Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kotim.
Dalam kesempatan tersebut, Halikinnor juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di lingkungan permukiman. Menurutnya, potensi kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga langkah pencegahan perlu dilakukan secara konsisten.
Ia mengimbau warga untuk berhati-hati saat menggunakan sumber api serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.
Salah seorang korban, Masita, menceritakan bahwa dirinya mengetahui kebakaran ketika hendak menyiapkan perlengkapan salat untuk pergi ke musala. Saat itu, api sudah membesar sehingga penghuni kedua rumah tidak sempat menyelamatkan harta benda maupun barang berharga lainnya.
Peristiwa tersebut menambah perhatian terhadap pentingnya pencegahan kebakaran, terutama di kawasan permukiman. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat memeriksa kondisi instalasi listrik dan memastikan sumber api tidak dibiarkan tanpa pengawasan.
Sementara itu, rencana bantuan pembangunan rumah pada 2027 diharapkan dapat membantu kedua keluarga korban memperoleh kembali tempat tinggal yang layak setelah terdampak musibah tersebut.
-red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments