top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Dialog Bersama Insan Pers, Gubernur Agustiar Tanggapi Beragam Isu Strategis Kalteng

Jun 29
2 min read
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran berdialog bersama pimpinan media, organisasi pers, dan wartawan di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (28/6/2026). (Foto. Dok. Pribadi)
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran berdialog bersama pimpinan media, organisasi pers, dan wartawan di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (28/6/2026). (Foto. Dok. Pribadi)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat saat menghadiri silaturahmi bersama pimpinan media, organisasi pers, dan wartawan di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (28/6/2026).


Dalam forum yang berlangsung terbuka tersebut, sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari pemadaman listrik bergilir, pelayanan kesehatan, legalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), hingga pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.


Agustiar mengatakan pemerintah provinsi membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik dan masukan dari insan pers sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah hadir. Saya ingin mendengar langsung saran, kritik, dan masukan dari rekan-rekan media untuk kemajuan Kalimantan Tengah. Kritik yang membangun tentu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah," ujar Agustiar.

Pemadaman listrik jadi perhatian


Salah satu persoalan yang banyak disoroti dalam pertemuan tersebut ialah gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu terakhir.


Menanggapi hal itu, Agustiar memastikan pemerintah provinsi telah berkomunikasi dengan pihak terkait sebelum persoalan tersebut ramai diperbincangkan.


"Tentunya kami perhatikan untuk itu. Kami juga sebelum ditanya ini sudah komunikasi juga. Karena masyarakat juga merasakan dampaknya, kami juga menerima berbagai keluhan terkait kondisi listrik sekarang ini," katanya.

Menurut Agustiar, persoalan kelistrikan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan PLN. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap melakukan koordinasi serta memantau perkembangan penanganannya.


Ia juga mengungkapkan pemerintah mulai mengkaji berbagai alternatif penyediaan energi jangka panjang, termasuk pemanfaatan energi baru terbarukan seperti tenaga surya, untuk mendukung kebutuhan energi yang terus meningkat di Kalimantan Tengah.


WPR dan pelayanan kesehatan ikut dibahas


Selain persoalan listrik, legalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Agustiar menjelaskan proses percepatan WPR masih menghadapi kendala sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP), sehingga memerlukan koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat.


Ia mengajak seluruh pemerintah daerah untuk bersama-sama menyelaraskan data dan tata ruang agar usulan WPR tidak berbenturan dengan kawasan hutan maupun wilayah yang telah memiliki izin usaha.


Di sektor kesehatan, gubernur turut menyoroti kondisi overkapasitas RSUD Doris Sylvanus. Menurutnya, pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas perlu diperkuat agar penanganan penyakit ringan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sehingga beban rumah sakit rujukan dapat berkurang.


Sejumlah aspirasi masyarakat mengemuka


Dalam sesi dialog, wartawan turut menyampaikan berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat. Di antaranya kebutuhan penambahan fasilitas umum di Bundaran Besar Palangka Raya, peningkatan sarana di Taman Budaya, pembangunan akses jalan menuju Murung Raya melalui Sei Hanyu, hingga pentingnya respons pemerintah terhadap surat yang telah disampaikan sejumlah daerah.


Persoalan pengendalian inflasi juga menjadi perhatian. Dalam forum tersebut disampaikan harapan agar pemerintah mengoptimalkan penyerapan produksi beras dari Kabupaten Kapuas yang saat ini melimpah sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan di Kalimantan Tengah, sehingga tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.


Menutup dialog, Agustiar menegaskan media memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat.


"Pers adalah mitra strategis pemerintah. Saya berharap hubungan yang baik ini terus terjalin sehingga pembangunan Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih baik, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page