Bupati Lamandau Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
- Fransisca Fethy Angelina
- Jun 24
- 2 min read

KALTENG NETWORK, NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha guna menghasilkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan sensus sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi kepada petugas pendataan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat, terutama pelaku usaha di Kabupaten Lamandau, untuk mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi usaha yang dijalankan,” ujarnya.
Menurut Rizky, data yang dihimpun melalui sensus akan menjadi gambaran nyata mengenai kondisi dan perkembangan dunia usaha di daerah. Informasi tersebut nantinya menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Ia menilai kualitas hasil sensus sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menyukseskan pelaksanaan pendataan.
Selain mengajak pelaku usaha berpartisipasi aktif, Rizky juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk turut menyosialisasikan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 kepada masyarakat.
“Dengan dukungan semua pihak, proses pendataan diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid untuk mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Lamandau, Iskandar, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang bertujuan memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
Menurutnya, pendataan akan mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar, termasuk perkembangan ekonomi kreatif dan transformasi digital yang terus berkembang.
“Hasil sensus ini akan menjadi salah satu sumber data strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelas Iskandar.
Ia menambahkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Untuk mempermudah proses pengumpulan data, BPS akan menggunakan dua metode pendataan, yakni pengisian kuesioner secara daring dan wawancara langsung melalui kunjungan petugas ke lokasi usaha.
Melalui pelaksanaan sensus tersebut, diharapkan tersedia data ekonomi yang lebih akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, peningkatan investasi, serta penguatan daya saing ekonomi daerah. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments