top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

BPBD Imbau Warga Bantaran Sungai Kahayan Waspada Abrasi Usai Dua Bangunan Ambruk

Kondisi salah satu bangunan yang ambruk akibat abrasi di bantaran Sungai Kahayan. BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. (Foto: BPBD Palangka Raya)
Kondisi salah satu bangunan yang ambruk akibat abrasi di bantaran Sungai Kahayan. BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. (Foto: BPBD Palangka Raya)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Kahayan untuk meningkatkan kewaspadaan setelah terjadinya abrasi yang mengakibatkan dua bangunan ambruk di Jalan A. Yani, Gang Sepakat, Kecamatan Pahandut, Rabu (2/7/2026) dini hari.


Peristiwa tersebut menyebabkan tanah di tepi Sungai Kahayan tergerus hingga sekitar delapan meter ke arah daratan dengan panjang area terdampak mencapai kurang lebih 20 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 juta.


Salah seorang warga terdampak, Risa Astrinopa (39), mengaku terbangun sekitar pukul 05.00 WIB setelah mendengar suara benturan keras dari arah sungai.


"Awalnya saya mengira hanya tanah yang longsor. Begitu keluar rumah, ternyata bangunan yang berada paling dekat dengan bantaran sungai sudah ambruk," ujarnya.

Menurut Risa, bagian gudang yang digunakan untuk menyimpan berbagai barang mengalami kerusakan paling parah. Sejumlah material bangunan, termasuk kayu ulin dan papan, hanyut terbawa longsoran.


Menindaklanjuti laporan warga, tim BPBD Kota Palangka Raya langsung melakukan asesmen di lokasi kejadian.


Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan dua bangunan terdampak abrasi. Kawasan tersebut memang telah lama masuk dalam kategori rawan karena beberapa kali mengalami kejadian serupa.


"Ini sudah kejadian yang ketiga. Dua tahun lalu abrasi juga terjadi di lokasi yang sama, dan tahun ini kembali terjadi pengikisan tanah yang cukup besar," jelasnya.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil sehingga berpotensi membahayakan bangunan lain yang berada di sepanjang bantaran sungai.


Balap menjelaskan Pemerintah Kota Palangka Raya bersama BPBD telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi bahaya abrasi serta pentingnya meningkatkan kewaspadaan.


Selain itu, pemerintah juga telah mengusulkan relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan abrasi. Namun, proses tersebut masih menunggu kesiapan lahan dan tahapan perencanaan lebih lanjut.


"Relokasi telah diusulkan sebagai solusi jangka panjang. Sambil menunggu realisasinya, masyarakat diharapkan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi kondisi darurat," katanya.

Menurut Balap, abrasi di bantaran Sungai Kahayan dipengaruhi perubahan debit air akibat pasang surut sungai yang secara bertahap mengikis tepian sungai.


Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda awal abrasi, seperti munculnya retakan tanah, perubahan kondisi bantaran sungai, atau getaran yang tidak biasa, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.


"Hasil asesmen akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan serta penataan kawasan rawan abrasi di Kota Palangka Raya," ujarnya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dengan segera menjauh dari lokasi apabila muncul indikasi abrasi, serta berkoordinasi dengan aparat setempat maupun BPBD.


"Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat tanda-tanda abrasi, segera lakukan evakuasi dan laporkan kepada aparat atau BPBD agar penanganan dapat segera dilakukan," pungkas Balap. -red

Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page