BPB-PK Kalteng Intensifkan Patroli Udara dan Darat, Antisipasi Peningkatan Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 day ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Memasuki puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mengintensifkan patroli udara dan patroli darat untuk mempercepat deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data harian Pos Komando Penanganan Darurat Bencana (Posko PDB) Karhutla BPB-PK Kalimantan Tengah hingga Selasa (21/7/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 117 titik panas (hotspot) tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Pada periode yang sama juga terjadi 30 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 27,09 hektare.
Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 22 titik, disusul Lamandau 21 titik, Pulang Pisau 17 titik, Sukamara 15 titik, Kotawaringin Timur 10 titik, Barito Selatan 8 titik, Gunung Mas 6 titik, Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Kota Palangka Raya masing-masing 5 titik, Barito Utara 2 titik, serta Katingan 1 titik. Sementara Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur tidak terpantau memiliki hotspot.
Dari sisi kejadian karhutla, Kota Palangka Raya mencatat jumlah terbanyak dengan 12 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 7,09 hektare. Selanjutnya Kotawaringin Timur sebanyak empat kejadian seluas 5,25 hektare, Barito Selatan tiga kejadian seluas 7,03 hektare, Murung Raya tiga kejadian seluas 1,26 hektare, sedangkan Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Sukamara masing-masing dua kejadian. Barito Utara dan Lamandau tercatat masing-masing satu kejadian.
Untuk mendukung pengendalian karhutla, BPB-PK Kalimantan Tengah mengerahkan empat unit helikopter guna melakukan patroli udara di wilayah rawan kebakaran. Selain itu, sebanyak 238 personel gabungan diterjunkan untuk melaksanakan patroli darat dan penanganan di lapangan.
Personel tersebut berasal dari BPB-PK, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya.
Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan patroli terpadu terus diperkuat sebagai langkah deteksi dini untuk menekan potensi meluasnya kebakaran selama musim kemarau.
"Patroli terpadu kami lakukan setiap hari untuk memantau wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran. Begitu ditemukan hotspot atau indikasi titik api, tim di lapangan langsung melakukan pengecekan dan penanganan agar api tidak meluas," ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Ahmad Toyib, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla. Semakin cepat titik api ditemukan, semakin besar peluang kebakaran dapat dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan rawan.
"Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pencegahan karhutla. Apabila menemukan titik api maupun kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti. Pencegahan tetap menjadi langkah yang paling efektif dalam menghadapi musim kemarau," tegasnya.
BPB-PK Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten dan kota, relawan, serta masyarakat guna mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Sinergi tersebut diharapkan mampu menekan risiko kebakaran serta meminimalkan dampak kabut asap selama musim kemarau 2026. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments