top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Bapas Sampit Gandeng Dinas Pertanian Kotim Perkuat Pembinaan Kemandirian Klien Pemasyarakatan

Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur terkait penguatan Program Griya Abhipraya. (Foto: Istimewa)
Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur terkait penguatan Program Griya Abhipraya. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi klien pemasyarakatan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan keterampilan di bidang pertanian melalui Program Griya Abhipraya.


Langkah tersebut diawali dengan koordinasi yang dilakukan Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, pada Kamis (16/7/2026). Kerja sama ini diharapkan dapat membekali klien pemasyarakatan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.


Dalam koordinasi tersebut, Bapas Sampit mengusulkan dukungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berupa penyuluhan, pendampingan, hingga bimbingan teknis terkait budidaya pertanian.


Materi yang diharapkan meliputi teknik budidaya tanaman, pengelolaan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta berbagai aspek teknis lainnya yang disesuaikan dengan kondisi lahan di Griya Abhipraya Bapas Sampit.


Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, mengatakan keberhasilan program pembinaan kemandirian membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya.


"Program pembinaan kemandirian akan memberikan manfaat yang optimal apabila didukung oleh instansi yang memiliki kompetensi di bidangnya. Melalui sinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kami berharap klien pemasyarakatan memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan pertanian yang aplikatif sehingga dapat menjadi modal dalam membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

Selain melakukan koordinasi, Bapas Sampit juga mengajukan permohonan audiensi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur guna membahas teknis pelaksanaan program agar berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang optimal bagi peserta pembinaan.


Melalui kerja sama tersebut, Bapas Kelas II Sampit menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan program pemasyarakatan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas klien.


Sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan Program Griya Abhipraya sebagai wadah pembentukan klien pemasyarakatan yang produktif, mandiri, serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan. -red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page