APBD Perubahan 2026, Anggaran BPBD dan BTT Palangka Raya Ditambah

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menambah alokasi anggaran untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Perubahan 2026.
Penyesuaian anggaran tersebut telah disepakati bersama DPRD Kota Palangka Raya dan salah satunya diarahkan untuk memperkuat respons penanganan bencana, termasuk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berstatus tanggap darurat.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan penambahan anggaran dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan pemerintah daerah.
“Di BPBD ada penambahan, demikian juga untuk BTT kita ada penambahan,” ujar Fairid, Kamis (17/9/2026).
Fairid menjelaskan, APBD Perubahan 2026 mengalami kenaikan sekitar Rp28 miliar. Sebelumnya, APBD Kota Palangka Raya berada di kisaran Rp1,1 triliun dan meningkat menjadi sekitar Rp1,2 triliun.
Kenaikan tersebut berasal dari dua komponen pendapatan. Sebanyak Rp16 miliar bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sedangkan Rp12 miliar berasal dari dana transfer pemerintah pusat.
“Dari situ sumber-sumber pendapatan yang ada untuk perubahan APBD tahun 2026,” jelasnya.
Tambahan anggaran kemudian dialokasikan kepada 33 perangkat daerah di lingkungan Pemko Palangka Raya. Namun, penyesuaian tersebut tidak diberikan secara merata kepada seluruh perangkat daerah.
Fairid mengatakan terdapat perangkat daerah yang memperoleh tambahan anggaran dan ada pula yang mengalami pengurangan, sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing.
“Salah satunya yang bertambah adalah BPBD Kota Palangka Raya,” bebernya.
Penambahan anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas BPBD dalam menjalankan tugas penanganan bencana. Dukungan anggaran juga diperlukan untuk menunjang kegiatan tim gabungan dalam menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.
Dengan penyesuaian tersebut, BPBD bersama unsur terkait diharapkan dapat mengoptimalkan patroli, pemadaman serta langkah penanganan dampak kabut asap bagi masyarakat selama kondisi tanggap darurat berlangsung. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments