top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

63 Karhutla Ditangani di Kalteng, Luasan Pemadaman Capai 115,35 Hektare

7 hours ago
2 min read
Manggala Agni Daops Kalimantan I bersama tim gabungan melakukan pemadaman karhutla di salah satu wilayah Kalteng. (Foto: Istimewa).
Manggala Agni Daops Kalimantan I bersama tim gabungan melakukan pemadaman karhutla di salah satu wilayah Kalteng. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Dalam 24 jam terakhir hingga Kamis (17/9/2026), sebanyak 63 kejadian karhutla ditangani dengan total luasan lahan mencapai 115,35 hektare.


Penanganan dilakukan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla dengan melibatkan unsur gabungan, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan hingga unsur terkait lainnya.


Tim di lapangan melakukan pemadaman, pembasahan, penyekatan serta pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai berpotensi terjadi kebakaran.


Berdasarkan Laporan Harian Sirine Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalteng per 17 September 2026, Kotawaringin Timur mencatat luasan pemadaman tertinggi, yakni 24,87 hektare dari sembilan kejadian.


Selanjutnya, Seruyan mencatat 20,25 hektare dari enam kejadian, Pulang Pisau 14,50 hektare dari lima kejadian, Kapuas 14,20 hektare dari delapan kejadian, Barito Utara 12 hektare dari empat kejadian dan Katingan 10 hektare dari tiga kejadian.


Penanganan juga dilakukan di sejumlah daerah lainnya. Barito Selatan tercatat 4,37 hektare, Kotawaringin Barat 3,50 hektare, Gunung Mas 3 hektare, Palangka Raya 2 hektare, Sukamara 1,10 hektare, Lamandau 0,50 hektare, Barito Timur 0,05 hektare dan Murung Raya 0,06 hektare.


Untuk mendukung operasi, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan di berbagai wilayah. Penanganan dari udara turut didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/patroli.


Selain unsur Satgas Karhutla, sebanyak 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalteng juga terlibat dalam pemadaman dan penyekatan.


Hingga saat ini, jajaran OPD Provinsi Kalteng telah melaksanakan 504 kegiatan pemadaman dan penyekatan dengan total area yang berhasil diamankan mencapai 105,93 hektare.


BPBPK Kalteng juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam pengerahan personel, pemanfaatan sarana dan prasarana serta penanganan pada wilayah yang dinilai rawan karhutla.


Sementara itu, berdasarkan informasi BMKG Kalimantan Tengah, kondisi karhutla dan sebaran asap masih perlu diwaspadai. Titik panas masih terdeteksi di sejumlah wilayah, sementara sebaran asap dilaporkan menjangkau sejumlah wilayah di Kalimantan dan lintas batas menuju negara tetangga.


Jarak pandang di sejumlah wilayah juga dilaporkan terbatas. Kualitas udara di Palangka Raya dan Pangkalan Bun berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Kondisi lahan yang kering hingga sangat kering turut meningkatkan potensi terjadinya karhutla.


Situasi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan di lapangan. Pemantauan titik panas dan wilayah rawan terus dilakukan untuk mendukung pencegahan sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran.


BPBPK Kalteng memastikan penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu melalui pemadaman, pemantauan titik panas, penyekatan area rawan, pengerahan sumber daya serta koordinasi lintas sektor.


Upaya tersebut dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Kalteng dan seluruh unsur terkait untuk menekan luasan kebakaran sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page