top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Pemuda Tani Kotim Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Selatan

12 minutes ago
3 min read
Pemuda Tani Indonesia Kotim menyalurkan air bersih menggunakan mobil pikap bertandon untuk menjangkau permukiman yang sulit dilalui kendaraan tangki besar. (Foto: Istimewa).
Pemuda Tani Indonesia Kotim menyalurkan air bersih menggunakan mobil pikap bertandon untuk menjangkau permukiman yang sulit dilalui kendaraan tangki besar. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kemarau membuat warga di sejumlah wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kesulitan memperoleh air bersih. Sumur warga mulai mengering, sementara air sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari berubah payau hingga asin akibat intrusi air laut.


Kondisi tersebut dirasakan masyarakat di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara hingga Pulau Hanaut. Warga yang tidak lagi memiliki cadangan air hujan terpaksa membeli air dengan harga yang lebih tinggi karena harus didatangkan dari wilayah lain.


Melihat kondisi tersebut, Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Kotim turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Pada Kamis (17/9/2026), lima armada milik PTI Kotim bergerak menuju sejumlah desa di Kecamatan Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan.


Ketua DPC PTI Kotim Muhamad Abdul Rasid mengatakan bantuan tersebut diberikan karena air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang semakin sulit diperoleh masyarakat di wilayah selatan.


“Kami berupaya membantu semampu kami karena air bersih ini merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat. Dengan langkah kami ini, setidaknya diharapkan bisa memudahkan masyarakat mendapatkan air bersih,” kata Rasid saat penyaluran air bersih di Kecamatan Teluk Sampit, Jumat (18/9/2026).


Lima armada tersebut membawa sekitar 60.000 liter air bersih. Kendaraan yang digunakan berupa mobil pikap yang dilengkapi tandon dan mesin pompa.


Menurut Rasid, pemilihan armada tersebut dilakukan karena akses menuju sejumlah permukiman menjadi salah satu kendala dalam distribusi air. Tidak semua jalan desa dapat dilalui mobil tangki berukuran besar.


“Berkat dukungan beberapa pihak, hari ini ada lima armada yang kami operasikan untuk membantu penyaluran air bersih. Kami secara khusus menjangkau kawasan-kawasan yang sulit dimasuki mobil tangki air milik Perumdam atau instansi lain,” ujarnya.


Dengan menggunakan mobil pikap, air dapat dibawa lebih dekat ke permukiman warga yang berada di jalan sempit maupun kawasan yang sulit dijangkau kendaraan besar.


Penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah. Program tersebut mendapat dukungan Bupati Kotim Halikinnor, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) Kotim serta Perumdam Tirta Mentaya.


Koordinasi juga dilakukan bersama camat dan kepala desa untuk memastikan distribusi menyasar warga yang membutuhkan. Masyarakat dengan persediaan air bersih yang sudah menipis menjadi prioritas penerima.


Krisis air semakin dirasakan karena sumber air baku Perumdam Tirta Mentaya turut terdampak kemarau dan intrusi air laut. Air sungai yang masuk ke instalasi pengolahan mulai terasa payau hingga asin sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kebutuhan konsumsi.


Kondisi tersebut juga menjadi persoalan bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan air hujan. Cadangan air yang ditampung warga mulai menipis karena kemarau masih berlangsung.


Ketika persediaan di rumah habis, sebagian warga memilih membeli air. Kondisi ini membuat pedagang air menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Bagi warga, keterbatasan air tidak hanya menyulitkan kebutuhan memasak dan minum, tetapi juga berbagai aktivitas rumah tangga serta kegiatan pertanian yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.


Karena itu, bantuan air bersih diharapkan dapat menjadi penyangga sementara hingga kondisi sumber air kembali membaik.


Rasid berharap distribusi air dapat terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan. Namun, ia menyadari penyaluran air bukan merupakan solusi permanen.


“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat. Kita doakan semoga hujan segera turun sehingga kebutuhan air bersih bisa terpenuhi serta masyarakat juga bisa bertani dengan baik dan hasilnya maksimal,” katanya.


Penyaluran tersebut menjadi salah satu bentuk gotong royong untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau. Dengan armada yang lebih kecil, distribusi air dapat menjangkau kawasan yang tidak selalu dapat dilalui truk tangki berukuran besar. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page