Search Results
2137 results found with an empty search
- PPK Ormawa BEM FK UPR Luncurkan ECO-HASUPA, Gubernur Kalteng Berikan Dukungan Penuh
KALTENGNETWORK, PALANGKA RAYA- Mahasiswa Universitas Palangka Raya kembali menunjukkan kiprah nyatanya dalam menjawab persoalan masyarakat. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (BEM FK UPR) melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.Kom, untuk memaparkan program inovatif bertajuk ECO-HASUPA yang akan mereka jalankan di Kelurahan Pahandut Seberang, Palangka Raya. Program ECO-HASUPA merupakan akronim dari ramaH Atasi Sampah sUngai terPAdu, sebuah inisiatif mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat dan membangun kesadaran kolektif dalam mengatasi permasalahan sampah sungai. Program ini menggabungkan pendekatan literasi digital, edukasi kesehatan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan. Dalam audiensi yang berlangsung hangat dan penuh dukungan, Gubernur Kalimantan Tengah menyatakan apresiasinya terhadap semangat dan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan dan kesehatan. “Saya sangat bangga terhadap mahasiswa Universitas Palangka Raya, khususnya dari Fakultas Kedokteran, yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Program seperti ECO-HASUPA harus kita dukung dan dorong agar bisa memberikan dampak nyata,” ujar H. Agustiar Sabran. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Universitas Palangka Raya(UPR), Prof. Dr. Salampak Dohong, MS selaku rektor UPR, dan Dr. dr. Natalia Sri Martani, M.Si. selaku Dekan Fakultas Kedokteran UPR, dan Dr. Trilianty Lestarisa, S.Si., M.Kes. sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, serta dr. Ni Nyoman Sri Yuliani, Sp.GK, AIFO-K. sebagai dosen pembimbing Tim PPK Ormawa BEM FK UPR Tahun 2025. Program ini akan dilaksanakan selama lima bulan, mulai Juli hingga November 2025, oleh 15 mahasiswa dari BEM FK UPR di bawah kepemimpinan Rizqy Fajar Syaikhul Akmal. Melalui ECO-HASUPA, tim akan memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit menular, praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan implementasi sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan di kawasan bantaran sungai. Ketua Tim PPK Ormawa BEM FK UPR, Rizqy Fajar Syaikhul Akmal, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang berangkat dari keresahan terhadap kondisi lingkungan sungai yang selama ini luput dari perhatian. “ECO-HASUPA bukan hanya tentang membersihkan sungai, tapi tentang membangun kesadaran dan kebiasaan baru di masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa berkontribusi langsung untuk perubahan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan, dimulai dari wilayah kita sendiri,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi akademisi, tetapi juga pemimpin yang peka, solutif, dan mampu membangun perubahan dari akar rumput. -red
- Bersama Masyarakat, Membangun Desa: Komitmen Nyata Pemberdayaan Masyarakat oleh PT Asmin Bara Bronang di Mentangai
Foto: PT Asmin Bara Bronang Gandeng Warga Tiga Desa di Kapuas Dalam Program Pencegahan Stunting KALTENGNETWORK, KAPUAS - Dalam upaya membuktikan bahwa tanggung jawab sosial bukan sekadar formalitas, PT Asmin Bara Bronang (PT ABB) menginisiasi Program GUNTING (Gerakan Pencegahan Stunting) di tiga desa di Kecamatan Mentangai, Kabupaten Kapuas: Desa Katunjung, Desa Sei Ahas, dan Desa Katimpun yang merupakan area Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) PT ABB. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan dapat berkolaborasi langsung dengan masyarakat untuk membangun desa yang lebih sehat dan mandiri. Fokus pada Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Program GUNTING merupakan kolaborasi antara PT ABB dan UPT Puskesmas Mantangai, dengan sasaran utama peningkatan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi gizi, edukasi stunting, dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada kelompok rentan di ketiga desa tersebut. Kepala UPT Puskesmas Mantangai, dr Timothy Von Simon menyatakan, "Giat GUNTING sangat membantu dalam memperbaiki status gizi balita di Desa Katimpun, Sei Ahas, dan Katunjung. Secara keseluruhan program ini berdampak pada kenaikan berat badan balita. Kami berharap kegiatan ini terus berjalan agar orang tua semakin paham bahwa perbaikan gizi sangat penting dalam mencegah stunting. Penurunan stunting memang memerlukan peran banyak pihak, dan kami sangat berterima kasih kepada PT Asmin Bara Bronang." Warga Terlibat Langsung, Pemerintah Daerah Apresiatif Camat Mantangai, Yubderi, mengapresiasi langkah kolaboratif ini dan menilai bahwa masyarakat lokal telah berperan aktif dalam menjalankan program. "Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Asmin Bara Bronang. Program GUNTING ini merupakan inisiasi yang sangat bagus bersama UPT Puskesmas Kecamatan Mantangai. Dampak positif, para ibu menjadi lebih sadar akan pentingnya memberikan makanan bergizi agar anak-anak tumbuh sehat. Program ini juga berperan penting dalam menurunkan angka stunting di tiga desa kami. Harapannya, program ini terus berlanjut." Septi, petugas Puskesmas Kecamatan Mantangai, juga menyatakan bahwa keterlibatan warga, khususnya ibu-ibu muda, membuat dampak program semakin terasa: "Ini adalah program yang sangat membantu kami, terutama bagi para ibu muda yang masih belajar bagaimana merawat anak dan menjaga kesehatan keluarga. Kami jadi lebih paham tentang pentingnya gizi yang baik, bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk diri kami sendiri." Pemerintah Desa Ikut Mendorong Keberlanjutan Program Program GUNTING tidak hanya mendapat dukungan dari tenaga kesehatan dan kecamatan, tetapi juga dari pemerintah desa yang menjadi lokasi pelaksanaan. Ketiganya menyatakan bahwa warga sangat terbantu dan berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut. Tomi, Penjabat Kepala Desa Sei Ahas, mengatakan: "Terima kasih PT Asmin Bara Bronang atas bantuan PMT dari Program GUNTING. Masyarakat kami sangat terbantu. Semoga tujuan program ini tercapai untuk membantu penurunan angka stunting." Marlina, PJ Kepala Desa Katunjung, menyampaikan: "PT Asmin Bara Bronang menyiapkan program GUNTING dengan sangat baik. Para ibu hamil, bayi, dan balita di desa kami sangat terbantu melalui kegiatan ini." Lisna, PJ Kepala Desa Katimpun, menambahkan: "Program dari PT ABB ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Dengan adanya pemberian makanan tambahan saat kegiatan GUNTING, kebutuhan nutrisi mereka dapat tercukupi dengan lebih baik." Strategi Jangka Panjang Menuju Desa Sehat dan Mandiri Program GUNTING merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT ABB dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pendekatan berbasis komunitas yang dilakukan perusahaan membuktikan bahwa program CSR yang melibatkan warga secara aktif akan menciptakan dampak berkelanjutan. PT ABB juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan warga dan pemerintah desa akan terus diperkuat. Dengan adanya inisiatif ini, ketiga desa di Kecamatan Mentangai kini menjadi contoh praktik baik pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berdaya guna yang dilakukan oleh perusahaan. - red
- Pemprov Kalteng Perkuat Pencatatan Kasus Kekerasan lewat Pelatihan SIMFONI PPA
Foto : Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden saat menghadiri pelatihan KALTENGNETWORK, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas P3APPKB menggelar Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Senin (14/7/2025), di Aquarius Boutique Hotel, Palangka Raya. Kegiatan dua hari ini bertujuan meningkatkan kapasitas lembaga layanan dalam memanfaatkan aplikasi SIMFONI PPA sebagai sistem digital pencatatan kasus. Kepala Dinas P3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden, menekankan pentingnya data akurat dan terintegrasi sebagai dasar perumusan kebijakan perlindungan perempuan dan anak.“Data adalah kunci. Tanpa data yang valid dan terstruktur, kita tidak akan mampu menyusun program yang tepat sasaran,” ujarnya. Foto : Kepala Dinas P3APPKB saat menyampaikan sambutannya Menurut Linae, SIMFONI PPA tidak hanya mencatat jumlah kasus, tapi juga memuat informasi detail korban, jenis kekerasan, lokasi, dan pelaku. Data ini dinilai krusial dalam penanganan kasus dan evaluasi program. Namun, ia mengakui adanya kendala seperti keterbatasan SDM, infrastruktur, dan kurangnya sinergi antarinstansi.“Dengan pelatihan ini, kami berharap petugas layanan dan admin SIMFONI di semua tingkatan makin kompeten, sehingga pencatatan bisa berjalan maksimal dan real time,” tegasnya. Linae juga mengajak peserta menjadi ujung tombak perlindungan korban.“Dengan semangat gotong royong, kita ingin memastikan tidak ada satu pun korban kekerasan yang luput dari perhatian,” tuturnya. Ketua panitia, Jumrah, menyampaikan pelatihan ini merupakan tindak lanjut regulasi nasional dan kebutuhan daerah atas sistem data yang lebih akurat. Kegiatan ini mengacu pada Permen PPPA No. 2 Tahun 2025 tentang Juknis Dana Alokasi Khusus Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak. Sebanyak 29 peserta dari Dinas P3APPKB provinsi, kabupaten/kota, dan unit layanan teknis turut ambil bagian. Mereka dibekali materi dari narasumber lintas sektor, termasuk Kemen PPPA, Ditreskrimum Renakta Polda Kalteng, Dewan Adat Dayak, psikolog, dan pranata komputer DP3APPKB. Melalui pelatihan berbasis praktik dan diskusi, peserta diajak memahami pentingnya perspektif korban dan pemanfaatan data untuk menjamin keadilan serta perlindungan yang efektif.- red Foto: mmc kalteng
- Gubernur Kalteng Hadiri Panen Raya di Kapuas, Dorong Pembangunan Pertanian
Foto: Gubernur Kalteng saat panen raya KALTENG NETWORK, KAPUAS - Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menghadiri panen raya padi di Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Senin (14/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Pemprov terhadap program ketahanan pangan dan pemberdayaan petani. Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi kerja keras petani dan menekankan pentingnya kehadiran langsung pejabat di lapangan.“Saya harap semua pihak benar-benar hadir dan turun langsung ke lapangan, bukan hanya di balik meja. Kita harus perhatikan para petani, karena mereka adalah tulang punggung ketahanan pangan kita,” ujarnya. Foto: Gubernur Kalteng saat penyerahan alat pertanian Sebagai bentuk dukungan, Gubernur menyerahkan bantuan Rp10 juta, pupuk, dan alat pertanian secara simbolis kepada kelompok tani. Ia juga mengumumkan rencana pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp150 miliar untuk mempermudah distribusi hasil panen. "Kalau teknisnya sudah dibahas, kita jalankan. Infrastruktur ini penting agar hasil pertanian bisa terdistribusi lebih cepat dan biaya logistik menurun," tegasnya. Gubernur menyebut Terusan Makmur dan sekitarnya memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan, sejalan dengan program nasional. Ia mendorong perhatian lebih dari semua pihak, termasuk pemerintah pusat. Bupati Kapuas, H.M. Wiyatno, menyampaikan bahwa Kecamatan Bataguh berpotensi menjadi sentra pangan Kalteng dengan luas panen 3.800 hektare dari total potensi 15.000 hektare, menghasilkan sekitar 35.000 ton beras. Selain itu, penanaman di wilayah lain seperti Kecamatan Mandomai dan Anjir ditargetkan panen pada Agustus. Panen jagung dan semangka juga dijadwalkan di Desa Keladan pada akhir bulan. Acara ini dihadiri Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Forkopimda, Wakil Bupati Kapuas dan Pulang Pisau, OPD terkait, serta para petani dan warga sekitar. -red Foto: mmc kalteng
- Dihadiri Thisia Sabran, Malam Final ADUJAK Genre Kalteng 2025 Sukses Dorong Kreativitas dan Pembangunan Remaja
Foto : Para peserta ADUJAK Genre Kalimantan Tengah 2025 KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Grand Final yang Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) Genre Kalimantan Tengah 2025 telah sukses diselenggarakan pada Jumat (11/4) yang lalu. Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas remaja di Kalimantan Tengah ini dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Ibu Thisia Agustiar Sabran, serta dibuka secara resmi oleh Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah. Foto : Thisia Agustiar Sabran menghadiri acara ADUJAK Rangkaian acara Grand Final diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Silvia Hembu, S.Ikom, yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta. Selanjutnya, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah memberikan sambutan sekaligus mengukuhkan Pengurus Forum Genre Provinsi Kalimantan Tengah yang baru, dengan Nazaro Daud Filemon sebagai ketua. Acara semakin berbobot dengan adanya arahan dan motivasi yang disampaikan oleh Direktur Ketahanan Remaja, Bapak Edy Setiawan, yang menginspirasi para remaja untuk terus berkarya dan berprestasi. Semangat dan motivasi juga tak luput diberikan oleh Bunda Genre Kalteng, Ibu Thisia Agustiar Sabran, yang senantiasa mendukung penuh kegiatan positif bagi generasi muda. Setelah melalui serangkaian seleksi ketat, terpilih nama-nama berikut sebagai pemenang Duta Genre Kalteng 2025: * Duta Genre Putra: * Juara 1: Vadio (Kabupaten Sukamara) * Duta Genre Putri: * Juara 1: Joana Talenta (Kabupaten Katingan) Foto : Pemenang unjuk bakat Genre Got Talent yang menjadi penampilan unjuk bakat Jambore Ajang Kreativitas menghasilkan juara: Juara 1 JAK: Genre Pulang Pisau Juara 2 JAK: Genre Katingan Juara 3 JAK: Genre Barito Selatan Para pemenang diharapkan dapat menjadi teladan dan agen perubahan bagi remaja lainnya, serta aktif dalam menyosialisasikan program-program Genre (Generasi Berencana) di daerah masing-masing. Kegiatan ADUJAK Genre Kalteng 2025 ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup remaja, melalui pengembangan kreativitas, pengetahuan, dan keterampilan yang relevan dengan tantangan masa kini. Program Generasi Berencana (Genre) adalah program yang dikembangkan oleh BKKBN untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan, delapan fungsi keluarga, dan perencanaan kehidupan berkeluarga yang baik. - red
- Komitmen Nyata untuk Masyarakat dan Lingkungan, PT Asmin Bara Bronang Serahkan 2.407 Hektar Rehabilitasi DAS
KALTENG NETWORK - Kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) PT Asmin Bara Bronang (PT. ABB) sudah berjalan selama satu dekade di sekitar wilayah Kecamatan Mantangai. Penanaman Rehabilitasi DAS PT Asmin Bara Bronang pertama kali dimulai di Desa Katunjung Tahun 2015. PT ABB berkomitmen dalam melaksanakan kewajiban Rehabilitasi DAS di Desa Katunjung, Desa Sei Ahas dan Desa Katimpun. Kegiatan penanaman ini terus dilakukan melalui sinergi dengan masyarakat desa dan pemerintah desa sekitar lokasi Rehabilitasi DAS. Sampai saat ini PT Asmin Bara Bronang telah melakukan penanaman seluas 3734 Ha di Kecamatan Mantangai dengan luasan yang telah di serah terimakan yakni 2047 Ha yang tersebar di Desa Katunjung, Desa Sei Ahas dan Desa Katimpun dengan luasan serah terima terbesar berada di Desa Katunjung seluas 1822 Ha, luasan ini akan terus bertambah mengingat PT Asmin Bara Bronang masih memiliki area Rehab DAS yang belum dikerjakan di wilayah Kecamatan Mantangai. Adapun pelaksanaan Rehabilitasi DAS PT Asmin Bara Bronang selalu berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitar area penanaman dengan melibatkan masyarakat dari semua kalangan baik perempuan maupun laki – laki mulai dari sarana transportasi, pembuatan bibit, pembersihan lahan, pembuatan ajir, penyemprotan, penanaman, perawatan tanaman hingga pelaksanaan serah terima. Kegiatan rehabilitasi DAS yang dilaksanakan oleh PT Asmin Bara Bronang mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Program ini dinilai oleh Masyarakat sangat membantu dalam penghijauan area desa, serta berperan penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah permukiman. "Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam menghijaukan desa kami, menjaga dari kebakaran, dan juga menambah penghasilan masyarakat. Kami dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti tenaga harian untuk geotagging, penanaman, perawatan, antar jemput bibit, hingga proses penilaian lapangan," ujar Jamson, salah satu warga Desa Katunjung. Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapannya. Senada dengan itu, Agus, warga lainnya, menambahkan bahwa program Rehabilitasi DAS ini memiliki dampak nyata terhadap ekonomi local. “Menurut saya kegiatan Rehab DAS ini sangat bagus dan penting karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.” Tuturnya. Pelaksanaan program Rehabilitasi DAS oleh PT Asmin Bara Bronang di Kecamatan Mantangai mendapat apresiasi langsung dari Camat Mantangai, Yubderi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. " Kegiatan Rehabilitasi DAS PT Asmin Bara Bronang memberikan dampak yang sangat baik bagi warga di sekitar lokasi, seperti di Desa Katunjung, Desa Sei Ahas, dan Desa Katimpun. Masyarakat dari desa-desa tersebut dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari penanaman, perawatan hingga kegiatan pendukung lainnya, " ujar Yubderi. Penanaman Rehabilitasi DAS yang dilakukan oleh PT Asmin Bara Bronang di Desa Katunjung mendapat tanggapan positif dari Penjabat (PJ) Kepala Desa Katunjung, Marlina. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini telah memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat desanya. "Kegiatan Rehabilitasi DAS PT ABB di Desa Katunjung sangat berdampak positif. Tim Rehab DAS PT ABB melibatkan seluruh masyarakat dalam kegiatan penanaman lokasi Rehabilitasi DAS, sehingga menciptakan sinergi dan meningkatkan perekonomian warga kami," ujar Marlina. Program Rehabilitasi DAS oleh PT Asmin Bara Bronang di Kecamatan Mantangai, khususnya di Desa Katunjung dan Desa Sei Ahas, direncanakan akan terus berlangsung dalam beberapa tahun ke depan untuk memperbesar kebermanfaatan bagi lingkungan. Sebagai bagian dari PT Tuah Turangga Agung (TTA Group), PT Asmin Bara Bronang menjalankan komitmen lingkungan bersama dengan perusahaan-perusahaan lain di dalam grup, seperti PT Suprabari Mapanindo Mineral PT Telen Orbit Prima, PT Asmin Bara Jaan, PT Agung Bara Prima PT Duta Nurcahya. Selain kegiatan rehabilitasi lingkungan, PT Asmin Bara Bronang juga aktif menjalankan program Pemberdayaan Masyarakat di wilayah sekitar lokasi Rehab DAS, terutama di tiga desa binaan yaitu Desa Katunjung, Desa Sei Ahas, dan Desa Katimpun. Program-program tersebut mencakup bantuan sosial, dukungan kegiatan keagamaan, program kesehatan seperti pencegahan stunting melalui Posyandu GUNTING “Gerakan Untuk Pencegahan Stunting”, hingga pelibatan warga dalam kegiatan penanaman dan perawatan. Kegiatan pemberdayaan ini sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) , khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat desa melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat lokal. Komitmen perusahaan dalam hal ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi positif antara dunia usaha dan masyarakat lokal.- red
- Kotim Susun Rencana Kontingensi Karhutla 2025 Hadapi Musim Kemarau
KALTENGNETWORK, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyusun Rencana Kontingensi Karhutla 2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Langkah ini dilakukan mengingat tingginya risiko karhutla di wilayah tersebut berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Penyusunan rencana ini melibatkan BPBD Kotim, TNI, Polri, Manggala Agni, pelaku usaha, serta kelompok masyarakat peduli api. Dalam pertemuan di Sampit, para pihak membahas potensi ancaman, kapasitas penanganan, serta strategi respons terpadu. Kepala Pelaksana BPBD Kotim menjelaskan bahwa dokumen ini menjadi pedoman operasional dalam menghadapi karhutla, dari tahap pencegahan hingga pemulihan.“Rencana ini akan menjadi panduan bagi seluruh elemen yang terlibat dalam penanggulangan karhutla,” ujarnya. Beberapa poin penting dalam rencana ini meliputi: Pemetaan area rawan berdasarkan data historis dan kondisi geografis. Optimalisasi sumber daya, termasuk personel, peralatan, dan logistik. Penguatan sistem komando dan komunikasi antarinstansi. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk deteksi dini dan pemadaman awal. Prosedur evakuasi dan penampungan bagi warga terdampak. Dengan rencana ini, Pemkab Kotim berharap dapat merespons karhutla secara cepat dan terkoordinasi. Seluruh pihak diimbau menjaga sinergi dan meningkatkan kesiapsiagaan demi mencegah dampak lingkungan dan kesehatan akibat karhutla. - red
- Pemprov Kalteng Dorong Optimalisasi PAD 2025 untuk Wujudkan Kemandirian Daerah
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, pada Rapat Koordinasi Optimalisasi Daerah Tahun 2025 KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, pada Kamis (12/6/2025). Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci dalam memperluas ruang pembangunan daerah, termasuk pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan Program Kartu Huma Betang Sejahtera, agar masyarakat di seluruh penjuru Kalteng, termasuk wilayah pedalaman, dapat menikmati hasil pembangunan secara merata. Meski capaian PAD tahun 2025 menunjukkan tren positif, Gubernur menyoroti bahwa kontribusinya terhadap keseluruhan pendapatan daerah masih belum maksimal. Ia mengidentifikasi adanya potensi besar yang belum tergarap optimal, terutama dari sektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan. Menurutnya, potensi tersebut dapat didorong melalui optimalisasi penerimaan dari Pajak Alat Berat, Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), serta opsen untuk Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Sebagai langkah konkret, Gubernur menegaskan perlunya strategi terpadu dan kolaboratif. Ini mencakup integrasi data antar-instansi, serta peningkatan sinergi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, guna merumuskan kebijakan fiskal yang lebih tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya penegakan regulasi, seperti kewajiban penggunaan pelat kendaraan KH untuk kendaraan operasional perusahaan, pelaporan volume pemakaian air permukaan secara akurat, distribusi dan pembelian BBM melalui wajib pajak sah, serta pemutakhiran data objek pajak alat berat. Gubernur mengimbau transformasi pelayanan pajak menuju sistem digital yang transparan dan efisien, demi menutup potensi pelanggaran dan memberikan kemudahan kepada para wajib pajak. “Kita harus mampu membiayai pembangunan sendiri, tanpa terlalu bergantung pada pemerintah pusat,” tegasnya. Plt. Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menambahkan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan potensi pendapatan dari sektor-sektor strategis benar-benar tergarap. Ia menekankan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan para wajib pajak akan berkontribusi besar dalam mewujudkan kemandirian dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Edy Pratowo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Herson B. Aden, Staf Ahli Gubernur Yuas Elko, jajaran Kepala Perangkat Daerah Provinsi, Direktur Bank Kalteng, serta para pimpinan perusahaan dari berbagai sektor di Kalimantan Tengah. -red Foto: MMC.KALTENG
- Jet Tempur KAAN Akan Dikirim ke Indonesia, Siap Jaga Langit Nusantara. Atau ini kak?
Jet tempur Turki KAAN KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memberikan tanggapan menyusul pernyataan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, terkait pembelian 48 unit jet tempur KAAN oleh Indonesia. Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat (Roy), menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk menjalin kerja sama pertahanan dengan berbagai negara, termasuk Turki, guna meningkatkan kapabilitas alat utama sistem pertahanan (alutsista) nasional. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruang Palapa, Kemlu, Jakarta Pusat pada Kamis (12/6), Roy menegaskan bahwa Presiden RI memberikan perhatian serius terhadap penguatan sektor pertahanan. Oleh karena itu, penjajakan kerja sama dengan negara lain yang menawarkan potensi pengembangan alutsista terus dilakukan, termasuk eksplorasi lebih lanjut dengan Turki. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Erdogan pada Rabu mengumumkan bahwa Indonesia akan menerima 48 jet tempur generasi kelima buatan Turkish Aerospace Industries (TAI), yaitu KAAN. Erdogan menyatakan bahwa jet-jet tersebut akan diproduksi di Turki dan diekspor ke Indonesia dalam kerangka kerja sama pertahanan yang telah disepakati kedua negara. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam proses produksinya, Turki akan memanfaatkan keahlian teknologi dari Indonesia. Lebih jauh, Erdogan menyebut kontrak ini sebagai ekspor pertahanan terbesar dalam sejarah negaranya dan bentuk nyata dari kemitraan strategis antara Turki dan Indonesia di bidang pertahanan. KAAN sendiri merupakan jet tempur generasi kelima multifungsi dengan kemampuan siluman. Dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI), pesawat ini dirancang untuk menjalankan misi dominasi udara dan serangan presisi, menjadikannya salah satu andalan terbaru Turki dalam industri pertahanan global. -red Foto: Tangkapan layar twitter @@RTErdogan
- DWP Kalteng Gelar Musda V, Perkuat Peran Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V pada Kamis (12/06/2025) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng. Kegiatan ini dihadiri oleh Penasehat DWP Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan komitmen seluruh pengurus serta anggota DWP di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dalam mendukung program kerja dan berperan aktif di masyarakat. Dalam sambutannya, Aisyah menekankan bahwa DWP bukan sekadar organisasi pendamping ASN, melainkan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya pada bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. “DWP telah memainkan peran penting sebagai mitra pembangunan, tidak hanya mendampingi ASN tetapi juga memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ucap Aisyah. Dengan mengangkat tema “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045” , Musda kali ini menjadi ajang evaluasi capaian program serta penyusunan rencana strategis ke depan. Aisyah juga menyampaikan pesan dari Gubernur Kalteng terkait pentingnya etika dalam bermedia sosial di era digital. Ia mengajak anggota DWP untuk menggunakan media sosial secara positif dan bijak. “Apa yang kita bagikan mencerminkan pribadi, keluarga, dan institusi. Sebarkan konten inspiratif, bermanfaat, dan tunjukkan kesederhanaan serta kepedulian sosial,” imbuhnya. Ketua DWP Provinsi Kalteng, Natalin Leonard S. Ampung, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musda menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, mengevaluasi program, dan merumuskan kebijakan organisasi yang adaptif dan inklusif. Ia juga menjelaskan bahwa DWP sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia telah terus berkembang sejak Musyawarah Nasional Luar Biasa pada 7 Desember 1999, menjadi organisasi profesional dan modern. Natalin juga menegaskan pentingnya memperkuat fondasi organisasi Dharma Wanita Persatuan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, mendorong kesejahteraan anggota beserta keluarganya, membangun kolaborasi yang sinergis dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menerapkan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. “Mari jadikan Musda ini sebagai ruang refleksi, kolaborasi, dan inovasi untuk menciptakan perempuan yang berdaya, berkontribusi, dan menjadi inspirasi pembangunan,” tegasnya. Acara ini juga dihadiri oleh Penasehat DW Nunu Andriani Edy Pratowo, Ibu-ibu Forkopimda, Ketua DWP kabupaten/kota se-Kalteng, serta seluruh pengurus DWP provinsi dan kabupaten/kota. -red Foto: KALTENG NETWORK
- Bakesbangpol Katingan Ikuti Rakor Aktivitas Ormas se-Kalteng, Tegaskan Komitmen Pembinaan Berkelanjutan
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Katingan, didampingi Kepala Bidang serta Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ketahanan Ekososial Budaya, Agama, dan Ormas, turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Aktivitas Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah dan berlangsung di Hotel Best Western Palangka Raya pada Rabu, 11 Juni 2025. Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, ditekankan pentingnya peran instansi terkait dalam membina dan mengawasi aktivitas ormas di daerah. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Rakor tersebut turut menghadirkan narasumber dari BIN Daerah (BINDA) Kalimantan Tengah dan Intelijen Polda Kalimantan Tengah. Para peserta kegiatan berasal dari Bakesbangpol seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah serta unit kerja lainnya yang relevan. Dalam sesi penyampaian paparan dari masing-masing daerah, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Katingan menjelaskan bahwa pihaknya telah aktif melakukan pembinaan terhadap ormas di wilayahnya. Pembinaan tersebut mencakup pemberian dana hibah serta kegiatan sosialisasi yang berkaitan dengan program-program pemerintah dan regulasi yang mengatur keberadaan ormas. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan ormas harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, beserta peraturan pelaksanaannya. Kehadiran Kabupaten Katingan dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung iklim organisasi masyarakat yang tertib, aktif, dan kontributif terhadap pembangunan daerah. -red Foto:Pemkab.Katingan
- Wakil Gubernur Edy Pratowo Dorong Peningkatan Kualitas ASN Melalui Penguatan Peran BPSDM Kalteng
Kunjungan Wagub Edy Pratowo ke BPSDM Prov. Kalteng KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu, 11 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan berintegritas. Wakil Gubernur disambut oleh Kepala BPSDM Kalteng, Nunu Andriani, beserta jajaran pejabat struktural dan fungsional. Dalam arahannya, Edy Pratowo menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN sebagai langkah konkret menuju reformasi birokrasi yang nyata dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa BPSDM memiliki peran vital dalam membina dan meningkatkan kompetensi aparatur di daerah. Menurutnya, pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan jika ASN memiliki kompetensi, karakter, dan semangat melayani yang dilandasi oleh integritas serta profesionalisme. Ia pun mendorong BPSDM untuk terus melakukan inovasi dalam program pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN. Dalam kunjungan tersebut, Edy juga meninjau fasilitas-fasilitas penunjang pelatihan seperti ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga asrama peserta diklat. Ia memberikan apresiasi atas sarana dan prasarana yang tersedia, yang dinilai sangat mendukung kegiatan pembelajaran. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan kapasitas ASN bukan sekadar aspek teknis, namun juga menyangkut penguatan karakter dan kesadaran sosial sebagai pelayan masyarakat. ASN diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi, serta menjadi penggerak pembangunan yang bersih dan akuntabel. Sementara itu, Kepala BPSDM Kalteng, Nunu Andriani, menyampaikan beberapa program strategis yang sedang dijalankan, seperti diklat kepemimpinan, pelatihan teknis dan fungsional, serta pelatihan berbasis kompetensi. Ia juga menyampaikan komitmen BPSDM untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan melalui kurikulum yang adaptif, peningkatan kualitas pengajar, dan kerja sama dengan lembaga pelatihan tingkat nasional maupun internasional. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh staf BPSDM untuk terus meningkatkan kinerja dan perannya dalam mencetak ASN yang unggul, profesional, dan responsif terhadap tuntutan pelayanan publik. -red Foto: MMC.KALTENG