Terduga Pelaku Penembakan Siswa di Tumbang Sepayang Diamankan di Perkebunan Sawit

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pelarian SS, terduga pelaku penembakan yang menewaskan seorang siswa berusia 13 tahun di Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berakhir setelah berhasil diamankan aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan warga, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 02.45 WIB.
SS diamankan di kawasan perkebunan kelapa sawit setelah petugas dan warga melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya. Salah satu kawasan yang menjadi titik pencarian berada di Blok R30.
Kepala Desa Tumbang Sepayang, Akwila, mengatakan pencarian dilakukan hingga malam dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat. Setelah keberadaan SS diketahui, pihak desa bersama Ketua RT langsung mengamankannya untuk mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri.
“Bersama ketua RT, saya mengamankan pelaku dari massa untuk dibawa ke Polsek Parenggean dan akan dibawa ke Sampit,” kata Akwila.
SS kemudian dibawa ke Polsek Parenggean dengan didampingi Kepala Desa Tumbang Sepayang dan Ketua RT. Selanjutnya, terduga pelaku diserahkan kepada kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut.
Kasus ini bermula ketika seorang siswa laki-laki berinisial Rvl, 13 tahun, menjadi korban penembakan hingga meninggal dunia. Setelah kejadian tersebut, aparat bersama pemerintah desa dan masyarakat melakukan pencarian terhadap SS.
Berdasarkan informasi awal dari pemerintah desa, penembakan diduga terjadi ketika SS mencoba senjata jenis PCP. Senjata tersebut diduga tiba-tiba meletus dan mengenai korban. Namun, kronologi pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
“Diduga tidak sengaja menembak sehingga menewaskan seorang anak. Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap pelaku di lahan sawit Blok R30, untuk memastikan kronologisnya,” ujar Akwila sebelumnya.
Selama proses pencarian, pemerintah desa juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun grup WhatsApp. Imbauan tersebut disampaikan setelah beredar foto dan identitas seseorang yang disebut sebagai pelaku.
“Foto dan informasi yang beredar terkait orang yang disebut sebagai pelaku itu belum tentu benar. Jadi kami memastikan dan meminta kepada warga agar jangan sampai terprovokasi oleh informasi yang belum pasti kebenarannya,” tegas Akwila.
Ia meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan terprovokasi. Tunggu informasi resmi dari pihak yang berwenang,” katanya.
Setelah SS diamankan, polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian. Pemeriksaan akan dilakukan untuk mengetahui secara jelas kronologi penembakan, termasuk bagaimana senjata PCP tersebut dapat meletus hingga mengenai korban.
Kepolisian juga akan menentukan proses hukum selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh selama penyelidikan. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















header.all-comments