top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Polres Kotim Tegaskan Kebakaran SMAN 1 Cempaga Bukan Akibat Karhutla

15 hours ago
2 min read
Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Sugiharso didampingi jajaran memperlihatkan barang bukti terkait penyebab kebakaran SMAN 1 Cempaga. (Foto: Dok. Nafiri).
Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Sugiharso didampingi jajaran memperlihatkan barang bukti terkait penyebab kebakaran SMAN 1 Cempaga. (Foto: Dok. Nafiri).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan kebakaran yang terjadi di SMAN 1 Cempaga, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, bukan disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar sekolah.


Hasil investigasi kepolisian menyebut kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di salah satu ruangan sekolah. Klarifikasi tersebut disampaikan Polres Kotim dalam jumpa pers bersama sejumlah wartawan di Aula Polres Kotim, Rabu (30/9/2026).


Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Sugiharso mengatakan, klarifikasi dilakukan menyusul beredarnya informasi yang menyebut kebakaran sekolah dipicu oleh kebakaran lahan di sekitar lokasi.


“Sebelumnya sempat beredar isu bahwa penyebab kebakaran sekolah itu adalah karena kebakaran lahan di sekitarnya. Kami gelar klarifikasi bahwa hasil investigasi adalah karena korsleting listrik,” katanya.


Menurut Sugiharso, klarifikasi diperlukan untuk mencegah simpang siur informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun saling tuding antar pihak.


Kebakaran terjadi pada 7 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, penjaga sekolah yang sedang melakukan patroli di lingkungan sekolah mendengar suara letupan dari bagian ruang kepala sekolah.


Tidak lama kemudian, penjaga melihat api muncul dari ruangan tersebut dan meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman. Namun, api dengan cepat menjalar hingga menghanguskan tiga ruangan, yakni ruang wakil kepala sekolah, aula, dan satu ruang kelas.


Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB sehingga tidak merembet ke seluruh bangunan sekolah. Meski demikian, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.


Sugiharso menjelaskan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian disertai ledakan pada tabung freon kulkas tua di ruang kepala sekolah.


Sejumlah barang bukti telah diamankan untuk mendukung hasil penyelidikan, di antaranya tabung freon kulkas, kabel, serta bagian kulkas yang hangus terbakar.


Dampak kebakaran masih dirasakan dalam kegiatan belajar mengajar. Sebagian siswa disebut masih harus mengikuti pembelajaran dari rumah karena keterbatasan ruang kelas.


Polres Kotim menyatakan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi agar seluruh siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.


-red


Penulis: Angel

Editor: Nafiri

Comments


bottom of page