Pemprov Kalteng Salurkan Sembako dan KHBS untuk Warga Mendawai Korban Karhutla

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, bantuan diberikan kepada warga di kawasan Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (18/9/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden hadir mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam kegiatan tersebut.
Bantuan yang disalurkan berupa Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dalam bentuk bantuan tunai kepada 1.524 penerima manfaat. Selain itu, sebanyak 300 warga terdampak karhutla menerima bantuan pangan.
Pemprov Kalteng juga memberikan dukungan berupa air bersih, air minum, vitamin dan masker untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi kemarau dan dampak asap karhutla.
Linae mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang terdampak karhutla.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian dari kepala daerah kita, Bapak Gubernur Kalimantan Tengah, kepada masyarakat. Beliau bukan hanya mendengar laporan mengenai karhutla, tetapi hari ini langsung hadir bertemu dengan Bapak dan Ibu semua,” ujar Linae.
Menurutnya, KHBS merupakan salah satu program prioritas Pemprov Kalteng yang ditujukan untuk memberikan dukungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, Linae juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta mengonsumsi vitamin yang telah dibagikan.
“Bapak Ibu semua perlu memakai masker untuk melindungi diri dari udara yang kotor akibat kebakaran. Partikel yang terhirup bisa berbahaya bagi pernapasan. Karena itu, masker dipakai dan vitamin yang dibagikan diminum. Yang pasti, kesehatan harus dijaga,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan, Pemprov Kalteng terus mendorong masyarakat ikut mencegah terjadinya karhutla. Linae mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama dalam kondisi kemarau dan rawan kebakaran.
“Kalau ada yang dengan sengaja atau tidak sengaja mau membersihkan lahan dengan membakar pada saat suasana seperti ini, tidak boleh. Kita semua harus bersama-sama mencintai lingkungan Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Ia mengatakan pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Penanganan kebakaran membutuhkan sumber daya yang besar, sementara dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Meski kondisi kemarau dan karhutla masih berlangsung, Pemprov Kalteng memastikan program pembangunan daerah tetap berjalan. Penanganan dampak bencana dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan.
“Segala upaya kami di Pemprov di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, kita semua tetap berupaya bersama-sama untuk pembangunan di Kalimantan Tengah agar terus berjalan dengan baik,” ujarnya.
Penyaluran bantuan di kawasan Mendawai menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng memenuhi kebutuhan sosial masyarakat terdampak karhutla. Pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan dan berperan dalam mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments