Pemprov Kalteng Luncurkan E-Pahari dan EDC Bank Kalteng untuk Permudah Bayar Pajak Kendaraan Secara Digital
- kaltengnetwork.com
- 2 hours ago
- 2 min read

PALANGKA RAYA, KALTENG NETWORK - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, meluncurkan aplikasi E-Pahari serta perangkat Electronic Data Capture (EDC) Bank Kalteng. Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Kalimantan Tengah serta Kick Off Mini Championship TP2DD Provinsi Kalimantan Tengah, yang digelar di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (9/3/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Wakil Gubernur Edy Pratowo menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi E-Pahari merupakan upaya konkret untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara digital.
“E-Pahari merupakan inovasi nyata yang dihadirkan untuk memudahkan masyarakat membayar Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor secara digital tanpa perlu datang langsung ke kantor Samsat,” ujar Edy.
Edy juga menegaskan bahwa pengembangan inovasi digital seharusnya mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah.
“Teknologi digital harus hadir untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, bukan justru menambah kesulitan,” tegas Edy.
Ia menambahkan, apabila layanan digital dapat diakses dengan mudah, maka masyarakat akan lebih terdorong untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak sehingga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kemudahan dalam layanan diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, sehingga penerimaan PAD, khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor, dapat meningkat,” pungkas Edy.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran di daerah melalui TP2DD.
“Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, Bank Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mendorong percepatan digitalisasi serta penguatan sistem pembayaran daerah,” ujar Yuliansah.
Yuliansah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi terbaru, indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Kalimantan Tengah telah mencapai kategori digital.
“Indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Kalimantan Tengah saat ini telah mencapai 86,8 persen dan telah masuk dalam kategori digital,” jelas Yuliansah.
Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat masih perlu terus ditingkatkan melalui upaya edukasi dan sosialisasi yang lebih luas.
“Kami melihat bahwa pemanfaatan layanan digital ini masih perlu terus dioptimalkan melalui komunikasi serta edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat,” ungkap Yuliansah.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Kick Off Mini Championship TP2DD Kalimantan Tengah, yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kinerja TP2DD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam pelaksanaan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta sektor perbankan dapat semakin diperkuat dalam mendorong digitalisasi transaksi daerah sekaligus mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel. -red















Comments