Murung Raya Perkuat Strategi Terpadu Turunkan Stunting Tahun 2026
- kaltengnetwork.com
- Apr 21
- 2 min read

PURUK CAHU, KALTENG NETWORK - Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) terus menggencarkan berbagai intervensi untuk menekan angka stunting, yakni gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi.
“Pada awal tahun 2026 ini, saya ingin memastikan bahwa upaya percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan secara terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Ketua TPPS Murung Raya Rahmanto Muhidin saat memimpin rapat koordinasi TPPS tahun 2026 di Aula Setda Gedung A, Puruk Cahu, Senin.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmanto yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Murung Raya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas kontribusinya dalam program percepatan penurunan stunting sepanjang 2025.
Ia menyebutkan bahwa berbagai upaya yang dilakukan pada tahun 2025 telah menunjukkan hasil yang nyata. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan dalam pelaksanaan program penurunan stunting di tahun 2026.
Menurutnya, langkah yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tahun 2025, terutama di 15 desa yang menjadi prioritas penanganan stunting.
“Kita perlu mengidentifikasi capaian yang telah diraih pada 2025, sekaligus mengetahui kendala dan faktor penghambatnya sebagai dasar perbaikan dalam pelaksanaan program tahun 2026,” jelas Rahmanto.
Ia juga menegaskan bahwa perencanaan program di tahun 2026 harus lebih terarah, tepat sasaran, serta berbasis data agar setiap intervensi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap penurunan angka stunting.
“Selain itu, saya mendorong adanya penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk optimalisasi peran seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga partisipasi masyarakat,” tambah Rahmanto.
Terkait program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Rahmanto berharap program tersebut dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat luas dalam upaya pencegahan stunting secara masif.
“Kita perlu menyadari bahwa keberhasilan dalam menurunkan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu sektor, melainkan tanggung jawab bersama,” pungkas Rahmanto. -red















Comments