Pemkab Seruyan Siapkan Opsi Pembelajaran Daring Antisipasi Kabut Asap
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk kemungkinan mengalihkan pembelajaran tatap muka ke sistem daring di wilayah terdampak.
Hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 211 titik panas dengan perkiraan luasan lahan terbakar mencapai 621,6 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Seruyan Bahrun Abbas mengatakan Pemkab Seruyan akan berkoordinasi dengan camat, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan untuk menentukan langkah apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
“Yang pasti nanti kita koordinasikan dengan camat, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, karena kaitannya dengan asap ini dampaknya terhadap kesehatan,” kata Bahrun, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pembelajaran daring menjadi salah satu opsi apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara sudah berada pada kondisi yang tidak sehat untuk aktivitas di luar ruangan.
Keputusan mengenai penerapan pembelajaran daring nantinya akan mempertimbangkan hasil evaluasi Dinas Kesehatan serta perkembangan kondisi udara di wilayah terdampak.
“Kalau nanti Dinas Kesehatan memandang bahwa udara memang benar-benar tidak sehat untuk kegiatan atau aktivitas di luar rumah, mungkin akan kita komunikasikan apakah perlu kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring. Nanti kita lihat evaluasi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Bahrun menegaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan. Pembatasan aktivitas di luar rumah dapat dilakukan apabila kondisi udara dinilai membahayakan.
“Yang kita pantau adalah keselamatan dan kesehatan, itu yang menjadi prioritas. Bagaimana supaya aktivitas anak-anak, khususnya di luar rumah, kalau memang harus dibatasi, nanti kita akan buat surat ataupun instruksi untuk dibatasi,” tegasnya.
Pemkab Seruyan saat ini terus memantau perkembangan Karhutla sekaligus kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Opsi pembelajaran daring disiapkan sebagai langkah antisipasi agar kegiatan pendidikan tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan perlindungan terhadap siswa apabila kualitas udara semakin tidak sehat akibat kabut asap. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments