Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Ketahanan Keluarga: DP3APPKB Laksanakan Sosialisasi DRPPA di Katingan
- Astri Astri
- Nov 1, 2025
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KATINGAN —Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Kewirausahaan Perempuan dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga melalui Program Hapakat Membangun Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) pembangunan DRPPA di Kabupaten Katingan.
Acara ini dilaksanakan di Aula Pertemuan Kecamatan Katingan Hilir pada Kamis (30/10/2025) pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut bertujuan menyebarluaskan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2023 tentang Program Hapakat Usaha Bawi Lewu—sebuah inisiatif untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pemberdayaan kewirausahaan perempuan di wilayah DRPPA. Melalui kegiatan ini, diharapkan perempuan dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan keluarga, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Tahun 2025, sosialisasi serupa telah digelar di dua kabupaten, yakni Barito Timur dan Katingan. Selain sosialisasi, DP3APPKB juga melaksanakan monitoring dan evaluasi di dua desa DRPPA, yaitu Desa Tewang Kadamba dan Desa Tumbang Liting, dengan fokus pada pemenuhan 10 indikator DRPPA, pendampingan relawan SAPA, serta pelaksanaan lima arahan Presiden.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan dan penurunan angka perkawinan usia anak, yang memerlukan sinergi lintas sektor — mencakup peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah — untuk memastikan anak memperoleh hak pendidikan dan tumbuh kembang yang layak.
Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari berbagai pihak. Plt. Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Kualitas Keluarga, Jumrah, yang mewakili Kepala DP3APPKB Kalteng, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan faktor kunci ketahanan keluarga.
“Melalui program Hapakat Usaha Bawi Lewu dan penguatan DRPPA, kami berharap perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama pembangunan di desanya,” ujarnya.
Jumrah juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar pemberdayaan perempuan di desa berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Katingan melalui Sekretaris Dinas Binsar Poltak Hamonangan menyampaikan apresiasi atas program ini, yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka perkawinan usia anak dan memperkuat ketahanan keluarga.
“Kami akan terus mendukung pelaksanaannya di tingkat desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi, diskusi, serta tanya jawab. Peserta terdiri atas kelompok wirausaha perempuan, perempuan kepala keluarga, korban kekerasan, serta perwakilan dari instansi dan desa terkait, dengan total 32 peserta.
Narasumber kegiatan antara lain:
Jumrah dan Nurhayati (DP3APPKB Provinsi Kalteng)
Binsar Poltak Hamonangan dan Sirwanti (DP3AP2KB Katingan)
Rahmad Junimulyono Rahmali (Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Katingan)
Sulistia Rini Pidjath (Bank Kalteng Cabang Kasongan)
Lismawaty (Desa Tumbang Liting)
Melalui kegiatan ini, diharapkan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dapat dievaluasi secara menyeluruh, sehingga menghasilkan solusi strategis untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan. -red
Foto: MMC.Kalteng















Comments