Operasi Karhutla Kalteng Terus Diperkuat, Satgas Udara dan Darat Intensifkan Patroli serta Pemadaman
- Fransisca Fethy Angelina
- 5 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah terus diperkuat melalui Operasi Siaga Darurat Karhutla yang melibatkan Satgas Udara, Satgas Darat, serta unsur gabungan lintas sektor. Hingga Selasa (4/8/2026), personel di lapangan masih mengintensifkan patroli, pemadaman, pendinginan area terdampak, dan langkah pencegahan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
Dalam operasi tersebut, Satgas Udara melakukan patroli menggunakan helikopter untuk memantau wilayah rawan karhutla. Sementara itu, helikopter water bombing tetap disiagakan guna mendukung proses pemadaman sesuai hasil pemantauan dan kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, Satgas Darat mengerahkan 17 regu yang bertugas melakukan pemadaman, patroli kawasan rawan, pendinginan lahan yang terbakar, serta merespons laporan kebakaran di berbagai wilayah.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanganan berada di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Di wilayah tersebut, operasi gabungan diperkuat dengan melibatkan 32 regu yang terdiri atas BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), dan unsur pendukung lainnya.
Tim gabungan memfokuskan kegiatan pada pemadaman titik api, pendinginan lahan gambut, patroli kawasan rawan, serta pencegahan agar api tidak kembali muncul dan meluas.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya per 4 Agustus 2026, terdeteksi sebanyak 256 titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 62 titik, disusul Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 57 titik, dan Kabupaten Sukamara sebanyak 33 titik.
Operasi penanganan juga dilakukan di sejumlah wilayah lain, seperti Desa Tumbang Nusa dan Tanjung Taruna di Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, hingga kawasan Kameloh Baru. Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari mesin pemadam, kendaraan operasional, pompa air, selang, drone pemantauan, tangki air, sumur bor, hingga alat berat.
Selain melakukan pemadaman, Satgas Karhutla terus menggencarkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan data pemantauan hingga 4 Agustus 2026, Kalimantan Tengah mencatat 238 titik hotspot harian, 25 kejadian karhutla, satu kegiatan ground check, serta luas lahan terdampak mencapai 43,608 hektare.
Sementara secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 4 Agustus 2026, tercatat sebanyak 4.883 titik panas, 933 kejadian karhutla, dan total luas lahan terbakar mencapai 1.760,74 hektare.
Operasi darat dan udara masih terus berlangsung di sejumlah daerah. Dukungan helikopter water bombing difokuskan pada wilayah terdampak seperti Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau. Sebagian besar titik kebakaran telah berhasil dikendalikan, meski proses pendinginan masih dilakukan, terutama di kawasan lahan gambut yang berpotensi kembali memunculkan api.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih memberlakukan Status Siaga Darurat Karhutla sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026 sebagai bentuk penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur penanganan.
Selain itu, dua daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla, yakni Kota Palangka Raya yang berlaku sejak 28 Juli hingga 10 Agustus 2026 dan Kabupaten Kotawaringin Timur mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Melalui operasi terpadu yang melibatkan BPBPK, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, BPBD kabupaten/kota, serta relawan, pemerintah berharap penyebaran karhutla dapat terus ditekan sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments