top of page

Makanan Kemasukan Semut, Aman Gak Sih Dimakan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ilustrasi: semut mengerubungi gula (AI generated)
Ilustrasi: semut mengerubungi gula (AI generated)

KALTENGNETWORK- Pernah menemukan semut mengerubungi makanan atau minuman yang baru ditinggal sebentar? Banyak orang langsung bingung: masih aman dimakan atau sebaiknya dibuang saja?


Jawabannya ternyata tidak sesederhana “iya” atau “tidak”. Secara umum, makanan yang hanya kemasukan beberapa semut belum tentu langsung berbahaya. Namun secara ilmiah, semut memang diketahui dapat membawa berbagai mikroorganisme dari lingkungan sekitarnya.

Semut Bisa Membawa Bakteri

Beberapa penelitian menemukan bahwa semut rumah dapat membawa bakteri pada permukaan tubuhnya setelah berjalan di berbagai tempat seperti lantai, saluran air, tempat sampah, hingga area lembap.


Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Research Notes menemukan bahwa semut dapat membawa berbagai jenis bakteri patogen maupun potensial patogen, termasuk bakteri yang berkaitan dengan gangguan pencernaan dan infeksi tertentu.

Penelitian lain di rumah sakit São Paulo, Brasil, bahkan menemukan semut membawa bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus, hingga Klebsiella.

Karena itulah, semut dianggap dapat menjadi “vektor mekanis”, yaitu organisme yang memindahkan mikroba dari satu tempat ke tempat lain.


Tapi Kalau Cuma Satu-Dua Semut?

Meski terdengar mengkhawatirkan, risiko nyata tergantung pada kondisi makanannya.

Jika hanya ada satu atau dua semut yang baru sebentar menyentuh makanan kering seperti roti atau kerupuk, kemungkinan risikonya relatif kecil.

Namun jika semut sangat banyak atau makanan sudah terbuka lama, risiko kontamintasi akan meningkat.


Kenapa Semut Suka Makanan Manis?

Secara biologis, semut sangat tertarik pada gula karena menjadi sumber energi cepat bagi koloninya. Mereka menggunakan feromon untuk memberi “jalur” kepada semut lain menuju sumber makanan.

Menariknya, penelitian juga menunjukkan semut memiliki hubungan yang sangat kompleks dengan mikroba dan bakteri di lingkungannya. Beberapa spesies bahkan hidup berdampingan dengan bakteri tertentu dalam sistem biologis mereka.

Namun mikroba alami pada tubuh semut belum tentu aman bagi manusia, apalagi jika semut sebelumnya berkontak dengan permukaan kotor.


Jadi, Sebaiknya Dimakan atau Tidak?

Kalau makanannya masih terlihat bersih dan hanya disentuh sedikit semut, banyak orang biasanya cukup membuang bagian yang terkena. Tetapi dari sudut pandang keamanan pangan, pilihan paling aman tetap menghindari makanan yang sudah terkontaminasi banyak serangga.


Jika Semutnya Ikut Termasak Bersama Makanan?

Kalau semutnya ikut termasak, umumnya jauh lebih aman.

Karena proses pemanasan seperti merebus, menggoreng, atau memanggang bisa membunuh sebagian besar bakteri dan mikroorganisme yang mungkin dibawa semut.

Makanya secara teknis, misalnya ada semut yang masuk saat masak, risiko penyakitnya biasanya rendah selama makanan dimasak matang dengan baik. Fakta uniknya, semut mengandung protein, lemak dan mineral tertentu, bahkan dimakan sebagai pangan tradisional!


Pada akhirnya, semut memang tidak otomatis membuat makanan “beracun”. Namun secara ilmiah, mereka juga bukan tamu yang higienis di atas makanan kita. -red


Penulis : Ivonne Hana

Editor : Emuna Asie

 
 
 

Comments


bottom of page