Cuaca Tak Menentu, Ditpolairud Kalteng Perkuat Edukasi Keselamatan Pelayaran di DAS Mentaya
- Emuna Asie
- Jun 10
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Cuaca yang sulit diprediksi dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius bagi aktivitas pelayaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebagai salah satu jalur transportasi utama di Kalimantan Tengah, sungai ini memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang antardaerah.
Beberapa minggu belakangan, tim Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah rajin berpatroli di kawasan Bagendang dan sepanjang jalur sungai. Mereka tidak hanya sekadar keliling, namun juga aktif menyampaikan pentingnya keselamatan lewat Radio VHF Channel 16 yang merupakan frekuensi standar internasional untuk komunikasi dan keadaan darurat pelayaran.
Aktivitas di Sungai Mentaya terpantau cukup padat setiap harinya. Memiliki berbagai jenis kapal mulai dari kapal barang, kapal penumpang, nelayan, semua beroperasi setiap hari. Kondisi ini menuntut tingkat kewaspadaan yang tinggi, terutama saat cuaca berubah secara tiba-tiba yang dapat meningkatkan risiko navigasi.
Direktur Polairud Polda Kalteng, Kombes Pol Dony Eka Putra, menegaskan jika komunikasi via VHF itu penting untuk memastikan nahkoda dapat menerima informasi terkini mengenai kondisi sungai secepat mungkin. Ia juga mengingatkan supaya pelaut selalu memantau perkembangan cuaca dan jangan memaksakan berlayar jika situasi membahayakan nyawa. Keselamatan kru dan penumpang, kata dia, harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran.
Praktisi pelayaran juga sepakat, radio tetap menjadi alat komunikasi yang paling efektif untuk kapal yang sedang beroperasi, maupun di sungai atau laut. Lewat frekuensi yang sama, kapal juga dapat langsung melapor jika terdapat masalah seperti mesin rusak, kapal kandas, atau orang yang membutuhkan bantuan darurat.
VHF Channel 16 sendiri sudah menjadi standar internasional. Kapal-kapal wajib mengaktifkan komunikasi selama pelayaran, agar informasi penting. Terutama mengenai keselamatan atau kondisi darurat bisa langsung diterima.
Di Kalimantan Tengah, sungai masih jadi tulang punggung transportasi. DAS Mentaya termasuk yang paling ramai, menghubungkan pedalaman sampai pesisir. Aktifnya pelayaran di sini membuat pengawasan dan informasi keselamatan harus terus berjalan.
Tidak hanya mengenai cuaca, pelaut juga menghadapi tantangan lain seperti arus sungai, jarak pandang, sampai kondisi kapal dapat memengaruhi keselamatan para pelayaran.
Melalui patroli dan info keselamatan yang lebih rutin, peluang kecelakaan bisa ditekan. Tindakan preventif dinilai penting, karena banyak insiden muncul akibat kurangnya informasi atau terlambat dalam mengambil keputusan waktu cuaca tiba-tiba memburuk.
Kesimpulannya, di tengah cuaca yang semakin tidak pasti, kunci utama agar pelayaran di Mentaya tetap aman adalah komunikasi cepat dan kesadaran kru kapal. Sebagai urat nadi transportasi dan perekonomian masyarakat, keamanan aktivitas pelayaran di sungai tersebut memerlukan perhatian dan kerja sama dari seluruh pihak. -red Penulis: Emuna Asie Editor: Angel





















Comments