Kesbangpol Palangka Raya Gunakan Metode Interaktif untuk Perkuat Wawasan Kebangsaan Gen Z
- Fransisca Fethy Angelina
- 23 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya memperkuat edukasi nilai-nilai bela negara, Pancasila, dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih interaktif.
Tidak hanya melalui penyampaian materi, pembinaan dilakukan dengan melibatkan permainan dan simulasi agar nilai kebangsaan lebih mudah diterima oleh generasi milenial dan Gen Z.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Bangsa dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Palangka Raya, H. Mahjuri, mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membuat pembinaan ideologi tidak berlangsung secara kaku dan monoton.
“Dalam implementasinya, kegiatan pembinaan berupa program inovasi ini dirancang dengan diawali sesi kuis dan permainan kelompok sebelum para peserta masuk ke materi inti,” ungkap Mahjuri di Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, metode tersebut sekaligus digunakan untuk membangun interaksi antarpeserta yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama. Peserta sengaja dibaurkan dalam kelompok agar dapat berinteraksi tanpa sekat identitas.
“Melalui aktivitas kelompok tersebut, para peserta edukasi didorong untuk saling berinteraksi secara alami, tanpa membeda-bedakan identitas suku maupun agama masing-masing,” jelasnya.
Mahjuri menilai pembelajaran berbasis permainan efektif menciptakan suasana yang lebih akrab sekaligus menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda.
Pendekatan tersebut juga menjadi cara Kesbangpol membumikan filosofi Huma Betang, yang mencerminkan kehidupan masyarakat dalam keberagaman dengan mengedepankan kerukunan dan kebersamaan.
“Program edukasi nilai-nilai kebangsaan dari Badan Kesbangpol itu pada prinsipnya seperti Huma Betang, yakni bersatu dalam satu wadah tanpa memandang suku dan agama untuk mencegah perpecahan,” tegasnya.
Libatkan FPK, FBN hingga Densus 88
Selain mengembangkan metode pembelajaran, Kesbangpol Kota Palangka Raya juga menggandeng sejumlah mitra strategis dalam memperluas edukasi kebangsaan.
Dua di antaranya yakni Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Bela Negara (FBN). Keduanya dilibatkan dalam pembinaan ideologi Pancasila, UUD 1945, wawasan kebangsaan, serta karakter generasi muda.
“Bersama mitra strategis daerah yaitu FPK dan FBN, Badan Kesbangpol Palangka Raya terus menjalankan fungsi pembinaan ideologi Pancasila, UUD 1945, dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda penerus bangsa,” ujar Mahjuri.
Kesbangpol juga melibatkan Densus 88 Anti Teror dan jajaran Polda Kalimantan Tengah untuk memberikan pembekalan mengenai radikalisme, terorisme, hingga persoalan sosial seperti kenakalan remaja.
Selain itu, Duta Purna Pancasila dari Purna Paskibraka turut dilibatkan untuk membantu menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Mahjuri mengatakan pembinaan tersebut penting mengingat generasi muda menghadapi derasnya arus informasi di media sosial, termasuk risiko paparan hoaks maupun ideologi yang menyimpang.
“Generasi muda saat ini sangat rentan terhadap informasi yang tidak benar dan pengaruh ideologi yang menyimpang. Karena itu pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan sejak dini,” jelasnya.
Sasaran edukasi tidak hanya kalangan remaja dan pemuda, tetapi juga lingkungan pendidikan, pesantren, serta berbagai komunitas masyarakat.
Melalui metode pembelajaran yang lebih kreatif dan melibatkan berbagai unsur, Kesbangpol berharap nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut juga diharapkan memperkuat daya tangkal generasi muda terhadap radikalisme, hoaks, serta potensi konflik sosial akibat perbedaan identitas, sekaligus membentuk generasi yang berkarakter, cinta tanah air, dan mampu menjaga keutuhan NKRI. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments