top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Perempuan Dievakuasi dari Menara TVRI di Sampit, Warga Berhasil Membujuk Turun

Ilustrasi mengevakuasi seorang perempuan yang berada di atas menara pemancar. (Foto: AI Generated)
Ilustrasi mengevakuasi seorang perempuan yang berada di atas menara pemancar. (Foto: AI Generated)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Warga di Jalan Haji Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dikejutkan oleh keberadaan seorang perempuan di atas menara pemancar Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Satuan Transmisi Sampit, Jumat (7/8/2026) pagi.


Perempuan tersebut diketahui berada di ketinggian sekitar delapan meter dari permukaan tanah. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya membujuk dan menenangkan perempuan tersebut agar bersedia turun dengan selamat.


Peristiwa itu pertama kali diketahui pegawai TVRI, Ahmad Rafiq. Saat hendak menunaikan salat Subuh, ia melihat perempuan tersebut duduk di sekitar menara dalam posisi membelakanginya.


Rafiq sempat memanggil perempuan tersebut beberapa kali, namun tidak mendapat respons. Setelah menunaikan salat Subuh, ia kembali ke lokasi dan mendengar suara tangisan dari arah atas menara.


“Saya dengar suara menangis. Setelah saya lihat ke atas, ternyata perempuan itu sudah berada di menara,” ujar Rafiq.

Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat. Ketua RT 30 Kelurahan Ketapang, Zulkifli, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 05.30 WIB.


Warga selanjutnya melakukan pendekatan secara persuasif dengan mengajak perempuan tersebut berbicara dari bawah. Sejumlah warga juga naik ke menara untuk mendampingi, sementara tali disiapkan sebagai langkah pengamanan.


“Yang kami lakukan hanya menenangkan dan mengajak dia berbicara. Ada warga yang naik untuk mendampingi, sementara tali disiapkan sebagai antisipasi. Setelah sekitar satu jam dibujuk, akhirnya dia bersedia turun dengan selamat,” kata Zulkifli.

Dari komunikasi selama proses evakuasi, warga menduga perempuan tersebut sedang menghadapi persoalan keluarga. Namun, warga memilih mengutamakan keselamatan dan menghindari pembicaraan yang dapat memperburuk kondisinya.


Setelah berhasil turun tanpa mengalami cedera, perempuan tersebut kemudian diserahkan kepada petugas dan dibawa ke Polsek Ketapang untuk penanganan lebih lanjut.


Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi orang di sekitar. Masyarakat yang menemukan seseorang dalam kondisi tertekan atau membutuhkan pertolongan sebaiknya mengutamakan keselamatan, melakukan pendekatan dengan tenang, dan segera menghubungi pihak yang berwenang atau tenaga profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page