top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Katingan Matangkan Karya Bakti Skala Besar, 18 Kilometer Jalan dan 15 Jembatan Jadi Sasaran

7 hours ago
4 min read
Wakil Bupati Katingan Firdaus memimpin koordinasi persiapan Karya Bakti Skala Besar bersama TNI, pemerintah daerah, dan dunia usaha. (Foto: Portal Katingan).
Wakil Bupati Katingan Firdaus memimpin koordinasi persiapan Karya Bakti Skala Besar bersama TNI, pemerintah daerah, dan dunia usaha. (Foto: Portal Katingan).

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, masyarakat, dan dunia usaha mematangkan persiapan Karya Bakti Skala Besar untuk membuka akses wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, terutama di Kecamatan Petak Malai.


Program tersebut menyasar peningkatan jalan sepanjang sekitar 18 kilometer, pembangunan 15 jembatan, serta sejumlah fasilitas dasar masyarakat. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan ditargetkan mulai Senin (28/9/2026).


Persiapan dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Katingan, Firdaus, bersama Komandan Kodim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan Christian Rain, di ruang rapat PT Dwima, Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Jumat (25/9/2026).


Rapat tersebut menjadi tahap finalisasi sebelum pekerjaan dimulai. Hadir sejumlah kepala perangkat daerah, camat Sanaman Mantikei dan Petak Malai, unsur TNI, perwakilan pemerintah desa, serta pimpinan dan perwakilan perusahaan.


Sekda Katingan Christian Rain mengatakan Karya Bakti Skala Besar mendapat perhatian langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), sehingga pelaksanaannya membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.


Menurutnya, program ini bukan hanya pekerjaan TNI, melainkan bentuk gotong royong yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.


“Kegiatan utama ini adalah TNI bersama masyarakat. Sedangkan dari pemerintah, kita membantu dari sisi regulasi dan dukungan teknis, terutama Dinas PU. Tim teknis pemerintah perlu terlibat untuk memberikan pertimbangan agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan dan kondisi teknis,” ujarnya.


Christian juga meminta perusahaan di sekitar wilayah sasaran memberikan dukungan, baik berupa peralatan maupun kebutuhan lain untuk mempercepat pekerjaan.


Ia menilai program tersebut menjadi kesempatan bagi Kabupaten Katingan untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau, mengingat keterbatasan APBD membuat pembangunan infrastruktur berskala besar membutuhkan waktu panjang jika dikerjakan secara mandiri.


“Kalau kita proyeksikan pekerjaan ini, Kabupaten Katingan dengan kondisi sekarang tentu membutuhkan kemampuan yang sangat besar untuk melaksanakannya secara mandiri. Kalaupun bisa dilaksanakan, membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.


Jalan dan 15 Jembatan Jadi Prioritas


Dandim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi menjelaskan, pekerjaan jalan direncanakan menghubungkan wilayah Sanaman Mantikei menuju Tumbang Hati serta akses dari arah Kecamatan Petak Malai.


Untuk mempercepat pelaksanaan, pengerjaan jalan akan dilakukan dari dua arah dengan harapan kedua titik pekerjaan dapat bertemu di tengah.


“Kami berharap setelah kegiatan ini kami sudah memiliki bekal untuk melaksanakan pekerjaan di lapangan. Petunjuk dari pimpinan, Senin sudah mulai aksi,” jelas Prima.


Selain peningkatan jalan, program ini mencakup pembangunan 15 titik jembatan. Sebanyak 10 jembatan direncanakan menggunakan konstruksi beton, sedangkan lima lainnya menggunakan kombinasi beton dan kayu dengan mempertimbangkan kondisi medan serta waktu pengerjaan.


Menurut Prima, jalan dan jembatan menjadi prioritas karena kondisi cuaca sangat memengaruhi mobilisasi material. Memasuki musim penghujan, distribusi bahan bangunan menuju lokasi sasaran diperkirakan semakin sulit.


Karena itu, titik-titik jalan yang paling berat dan menjadi akses utama perlu ditangani lebih awal agar mobilisasi material untuk pekerjaan lainnya dapat berjalan.


Sasar Listrik, Sekolah, dan Fasilitas Dasar


Karya Bakti Skala Besar juga mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas dasar, meliputi:

  • Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

  • Penyediaan air bersih, sumur bor, dan 14 titik MCK.

  • Rehabilitasi tujuh sekolah dan tujuh rumah tidak layak huni.

  • Perbaikan tiga tempat ibadah.


Prima menjelaskan, sejumlah wilayah akan mendapatkan PLTS sesuai kebutuhan dan jumlah kepala keluarga, sedangkan satu lokasi direncanakan memperoleh PLTMH yang juga diarahkan untuk mendukung penyediaan air bersih.


Pemasangan listrik rumah tangga akan menyesuaikan kapasitas yang tersedia. Pemerintah daerah diharapkan membantu kebutuhan kabel instalasi dari sumber listrik menuju rumah warga yang menjadi sasaran.


Untuk sektor pendidikan, jumlah sekolah yang direhabilitasi bertambah dari rencana awal tiga titik menjadi tujuh titik agar seluruh desa sasaran mendapatkan perhatian.


Sementara itu, pemerintah kecamatan diminta membantu menentukan tiga tempat ibadah yang paling mendesak untuk ditangani.


Dunia Usaha dan Masyarakat Dilibatkan


Manager Operasional sekaligus pimpinan PT Dwima Group, Suharsono, menyatakan pihaknya mengapresiasi program tersebut dan siap memberikan dukungan sesuai kemampuan perusahaan.


Ia menilai keterbatasan waktu pelaksanaan membuat koordinasi dan penentuan prioritas pekerjaan menjadi penting, terutama pada ruas jalan yang sulit dilalui kendaraan pengangkut material.


“Kalau waktunya terbatas, koordinasinya harus rapi dan fokus. Titik yang paling parah dan tidak bisa dilewati perlu kita kerjakan terlebih dahulu supaya material bisa masuk dan pekerjaan berikutnya dapat berjalan,” ujarnya.


Suharsono menambahkan, pekerjaan jalan dan jembatan membutuhkan kesiapan alat, tenaga, serta pengawasan langsung di lapangan. PT Dwima Group, katanya, siap berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan masyarakat.


Wakil Bupati Katingan Firdaus menegaskan, program tersebut merupakan kesempatan penting bagi daerah karena Karya Bakti Skala Besar hanya dilaksanakan di sejumlah kabupaten di Indonesia, termasuk Katingan.


Ia meminta camat dan kepala desa mengoordinasikan keterlibatan masyarakat untuk membantu pekerjaan yang dapat dilakukan secara gotong royong. Pelaku usaha lokal, termasuk pengusaha angkutan, juga diharapkan ikut mendukung mobilisasi material.


“Ini bentuk kekompakan kita dalam mengabdi kepada negara. Dari sisi dunia usaha, kita juga berharap tidak hanya mengejar profit, tetapi ada kepedulian sosial sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan sukses,” kata Firdaus.


Ia mengakui kemampuan APBD Katingan belum memadai untuk membiayai pembangunan infrastruktur sebesar itu secara mandiri. Karena itu, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pembangunan dapat dipercepat.


“Secara anggaran APBD Kabupaten Katingan, kalau kondisi seperti sekarang, mohon maaf kita tidak akan mampu membangun jalan tersebut. Karena itu, kita menyambut baik program ini sehingga dapat terlaksana,” ujarnya.


Firdaus berharap pembangunan jalan dan jembatan dapat membuka akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta mendukung kegiatan ekonomi di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.


Ia mengapresiasi keterlibatan TNI, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh perangkat pemerintah dalam persiapan program tersebut. Dengan waktu pelaksanaan yang terbatas serta tantangan medan dan cuaca, seluruh pihak diminta menjaga komitmen dan memperkuat kerja sama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page