top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Ganepo Mendekati Permukiman, Akses Sulit Jadi Kendala Pemadaman

1 hour ago
2 min read
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati meninjau lokasi karhutla di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, sekaligus memantau penanganan kebakaran. (Foto: Istimewa).
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati meninjau lokasi karhutla di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, sekaligus memantau penanganan kebakaran. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dilaporkan meluas hingga mendekati permukiman warga. Sulitnya akses menuju titik api menjadi kendala utama petugas dalam upaya pemadaman.


Kondisi tersebut diketahui saat Wakil Bupati Kotim, Irawati, meninjau langsung lokasi kebakaran pada Kamis (24/9/2026). Peninjauan dilakukan setelah menerima laporan dari Camat Seranau terkait kebakaran yang masih berlangsung di wilayah tersebut.


Dalam kunjungan itu, Irawati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim Ninuk Muji Rahayu, Camat Seranau Dwi Kushendro, Danramil Mentawa Baru Ketapang Letda Inf Iskandar, serta Kapolsek Mentawa Baru Ketapang AKP Anis.


Selain memantau kondisi kebakaran dan proses pemadaman, rombongan juga menyerahkan bantuan logistik untuk mendukung petugas dan masyarakat di lokasi terdampak.


Irawati mengatakan, sejumlah titik api dilaporkan terus berkembang dan sebagian telah mendekati rumah warga. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan maksimal untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman.


“Api masih terus berkembang di beberapa titik dan sebagian sudah mendekati kawasan permukiman. Karena itu penanganan harus dilakukan secara maksimal agar tidak sampai mengancam keselamatan warga,” kata Irawati.


Menurutnya, medan menuju lokasi kebakaran cukup sulit dan tidak dapat dilalui kendaraan pemadam. Kondisi ini membuat petugas harus menyesuaikan pola penanganan dengan keadaan di lapangan.


“Kendalanya memang akses. Ini yang selalu menjadi persoalan karena mobil pemadam tidak bisa masuk sampai ke titik kebakaran,” ujarnya.


Keterbatasan jalur menuju sumber api turut memengaruhi mobilisasi personel dan peralatan. Terlebih, lokasi kebakaran berada di kawasan seberang Sungai Mentaya yang membutuhkan upaya ekstra untuk dijangkau.


Personel Gabungan Dikerahkan


Untuk memperkuat pemadaman dan mencegah api merambah ke lingkungan perumahan, personel gabungan dikerahkan ke sejumlah titik strategis.


Tim yang terlibat terdiri dari 20 personel Yonif TP Mentaya, tiga personel Korem dan Kodim, enam personel Polres Kotim, serta lima personel BPBD Kotim.


Personel gabungan bekerja bersama relawan dan masyarakat setempat untuk memadamkan api serta membuat sekat guna menghambat pergerakan kebakaran.


Irawati mengapresiasi dedikasi seluruh petugas yang terus melakukan penanganan meski menghadapi cuaca panas, asap pekat, dan medan yang berat.


“Terima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat yang terus bekerja tanpa mengenal lelah. Pengabdian mereka sangat berarti dalam upaya melindungi warga dari ancaman karhutla,” ujarnya.


Sementara itu, operasi water bombing yang sebelumnya dilakukan untuk membantu penanganan karhutla di Kotim pada Kamis diarahkan ke wilayah Kecamatan Baamang, khususnya sekitar Bandara H. Asan Sampit, dengan mempertimbangkan prioritas titik kebakaran.


Pemkab Kotim memastikan koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.


Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Pencegahan dinilai penting untuk menekan munculnya titik api baru selama musim kemarau.


-red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page