top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla di Bagendang Hanguskan Excavator Milik Pemkab Kotim

Excavator milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terbakar saat karhutla melanda kawasan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Jumat (14/8/2026). (Foto: Istimewa)
Excavator milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terbakar saat karhutla melanda kawasan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Jumat (14/8/2026). (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghanguskan satu unit excavator milik Pemerintah Kabupaten Kotim.


Alat berat tersebut terbakar saat berada di lokasi dalam kondisi rusak dan tidak dapat dipindahkan. Bagian mesin excavator diketahui sedang dilepas dan menjalani perbaikan di bengkel ketika kebakaran terjadi.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan excavator merupakan aset pemerintah daerah yang ditempatkan di kecamatan untuk mendukung kegiatan masyarakat.


“Excavator itu memang sedang tidak beroperasi. Bagian mesinnya sudah dilepas dan dikirim ke bengkel, jadi alat beratnya tidak memungkinkan untuk digerakkan,” kata Yephi, Jumat (14/8/2026).

Menurut Yephi, pihaknya telah menerima laporan mengenai kebakaran sejak Senin (10/8/2026). Dinas saat ini masih mengumpulkan informasi dari petugas di lapangan, termasuk penyuluh pertanian lapangan (PPL), untuk memastikan kronologi kejadian.


“Informasi kebakarannya kami terima Senin. Setelah dilakukan pengecekan, kami akan meminta keterangan PPL yang mengetahui kondisi di lokasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Yephi menegaskan, excavator tersebut tidak dibiarkan tanpa pengawasan. Selama berada di lokasi, terdapat warga yang bertugas menjaga aset tersebut.


Namun, kondisi alat berat yang tidak dapat dioperasikan membuat proses evakuasi tidak memungkinkan ketika api mulai mendekati lokasi.


“Penjagaan sebenarnya ada. Persoalannya, alat dalam keadaan rusak sehingga saat api mendekat tidak bisa segera dipindahkan dari lokasi,” jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Yephi belum dapat memastikan apakah excavator terbakar akibat rambatan api karhutla atau faktor lainnya. Pemerintah daerah masih menunggu hasil klarifikasi dari petugas lapangan.


“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Keterangan dari petugas di lapangan akan kami kumpulkan supaya kejadian ini bisa diketahui secara jelas,” katanya.

Kepala Desa Ramban, Umbung, juga membenarkan bahwa alat berat tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kotim. Menurutnya, excavator sebelumnya digunakan masyarakat melalui mekanisme peminjaman.


“Memang aset pemerintah daerah. Untuk bagaimana awalnya sampai terbakar, kami belum mengetahui secara pasti,” ujar Umbung.

Ia mengatakan, selama masa peminjaman terdapat warga yang ditugaskan untuk mengawasi excavator. Namun, kondisi alat yang tidak dapat dioperasikan membuat penyelamatan tidak dapat dilakukan ketika kebakaran terjadi.


“Selama dipinjam memang ada warga yang mengawasi alat tersebut,” katanya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika karhutla melanda kawasan Bagendang. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kobaran api membakar badan excavator hingga mengeluarkan asap tebal.


Hingga kini, Pemkab Kotim masih melakukan pengumpulan informasi untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti terbakarnya aset daerah tersebut. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page