Kabut Asap Menebal di Kasongan, Tim Gabungan Terus Padamkan Karhutla

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin menebal di sejumlah wilayah Kasongan, Kabupaten Katingan. Di tengah kemunculan titik api yang berulang, tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pemantauan untuk mencegah kebakaran meluas.
Tim yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk mengendalikan api.
Kemunculan titik api yang hampir terjadi setiap hari menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Petugas harus menjaga kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi agar kebakaran dapat ditangani sebelum merambat ke kawasan lain.
Upaya di lapangan tidak hanya dilakukan dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Petugas juga menyisir dan memantau area sekitar lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada bara atau sumber api yang berpotensi kembali menyala.
Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko api kembali membesar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga
Selain mengancam lingkungan, karhutla yang masih berlangsung turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Kabut asap yang semakin pekat berpotensi menurunkan kualitas udara, mengganggu jarak pandang, serta menimbulkan risiko kesehatan bagi warga.
Masyarakat, khususnya anak-anak dan lanjut usia, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin tebal.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan asap. Apabila mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar kabut asap, masyarakat diharapkan segera mencari pertolongan medis.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dampak karhutla tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga oleh warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari di kawasan terdampak asap.
Warga Diminta Tidak Membakar Lahan
Di tengah upaya pemadaman, keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru.
Warga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, terutama saat cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat penyebaran api.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap di lingkungan sekitar. Informasi yang diterima lebih awal dapat membantu tim gabungan melakukan pengecekan dan penanganan sebelum kebakaran meluas.
Penanganan karhutla di Kasongan membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat. Selain pemadaman, pencegahan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang serta melindungi kesehatan dan keselamatan warga.
Melalui koordinasi dan keterlibatan seluruh pihak, upaya pengendalian karhutla diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga dampak kabut asap terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.
-red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments