top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Guru Besar FKUI Khawatir Kasus dr Icha Turunkan Minat Tenaga Medis Bertugas di Daerah Terpencil

Ilustrasi dokter menjadi korban ancaman. (Foto: AI Generated)
Ilustrasi dokter menjadi korban ancaman. (Foto: AI Generated)

KALTENG NETWORK, JAKARTA – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Ari Fahrial Syam, menilai kasus meninggalnya dr Eliza Princila Utami atau dr Icha berpotensi memengaruhi semangat tenaga kesehatan untuk bertugas di wilayah terpencil apabila tidak ditangani secara serius.


Menurut Prof. Ari, peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan di kalangan tenaga medis. Ia khawatir dokter maupun tenaga kesehatan lainnya menjadi ragu untuk mengabdi di daerah dengan keterbatasan fasilitas jika perlindungan terhadap mereka tidak diperkuat.


"Sebagian besar rekan sejawat merasa sedih dan kecewa atas apa yang terjadi kepada dr Icha. Padahal beliau telah bersedia bertugas di daerah terpencil untuk melayani masyarakat," ujar Prof. Ari, dikutip Jumat (3/7/2026).

Kasus meninggalnya dr Icha menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya intimidasi yang dialaminya saat bertugas di salah satu rumah sakit di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dugaan tersebut hingga kini masih menjadi perhatian berbagai pihak dan memicu desakan agar dilakukan penanganan secara menyeluruh sesuai ketentuan yang berlaku.


Prof. Ari menilai tenaga medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan seharusnya memperoleh perlindungan dan dukungan, bukan justru menghadapi tekanan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas mereka.


Ia mengingatkan bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan telah diatur dalam Undang-Undang Kesehatan maupun berbagai ketentuan internasional. Karena itu, segala bentuk intimidasi terhadap tenaga medis dinilai tidak dapat dibenarkan.


"Dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus mendapatkan perlindungan. Tindakan intimidasi terhadap tenaga medis merupakan sesuatu yang tidak bisa dibenarkan," katanya.

Lebih lanjut, Prof. Ari berharap Kementerian Kesehatan mengawal penyelesaian persoalan tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, langkah tegas diperlukan untuk menjaga kepercayaan tenaga kesehatan sekaligus memastikan pelayanan kesehatan di daerah terpencil tidak terganggu.


Ia mengingatkan bahwa apabila rasa aman tenaga medis tidak terjamin, dikhawatirkan akan muncul penurunan minat dokter dan tenaga kesehatan untuk bertugas di wilayah yang masih kekurangan layanan kesehatan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page