top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Drainase Jalan Tjilik Riwut Sampit Akan Dilanjutkan hingga Jalan Pramuka

9 minutes ago
2 min read
Pekerjaan pembangunan drainase dan peningkatan badan Jalan Tjilik Riwut Sampit yang tengah berlangsung. (Foto: Istimewa).
Pekerjaan pembangunan drainase dan peningkatan badan Jalan Tjilik Riwut Sampit yang tengah berlangsung. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berencana melanjutkan pembangunan drainase di Jalan Tjilik Riwut Sampit hingga ke simpang Jalan Pramuka. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan.


Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan pengendalian banjir menjadi salah satu fokus Pemkab Kotim. Karena itu, penanganan drainase akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan daerah.


“Karena itu memang program strategis sesuai visi misi Bupati bahwa pengendalian banjir. Ini lebih kita fokuskan pengendalian banjirnya. Jadi kita drainase itu akan kita lanjutkan,” kata Mentana, Kamis (1/10/2026).


Saat ini, pembangunan drainase dan peningkatan badan Jalan Tjilik Riwut dikerjakan sepanjang kurang lebih 675 meter. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 7 Desember 2026 dengan anggaran sekitar Rp7,5 miliar.


Untuk tahap berikutnya, pembangunan drainase direncanakan diteruskan hingga Jalan Pramuka. Penanganan tidak hanya mencakup pembangunan saluran drainase, tetapi juga peningkatan badan jalan agar sistem pembuangan air dapat berfungsi lebih optimal.


“Drainase Jalan Tjilik Riwut perencanaannya sampai di Jalan Pramuka dikerjakan peningkatan jalan dan drainasenya,” ujarnya.


Meski demikian, Mentana mengatakan pelaksanaan pekerjaan lanjutan akan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Pemkab Kotim juga mempertimbangkan kebutuhan penanganan drainase di ruas Jalan DI Panjaitan.


“Nanti kita lanjutannya bagaimana, ya kita tentunya melihat situasi dan kondisi keuangan daerah. Baik pembangunan drainase Jalan Tjilik Riwut maupun DI Panjaitan,” jelasnya.


Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Bagus Anugrah Nusantara, sebelumnya menjelaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya dengan pembangunan drainase. Kondisi dan elevasi badan jalan juga perlu disesuaikan agar genangan dapat diminimalkan.


“Secara teknis, drainase kalau tidak diimbangi dengan peningkatan jalan akan kalah. Nanti malah tetap banjir. Jadi setelah kita telaah, Jalan Tjilik Riwut memang memerlukan leveling ulang,” ungkap Bagus.


Pembangunan drainase menggunakan konstruksi precast yang dicetak terlebih dahulu sebelum dipasang di lokasi. Sementara peningkatan badan jalan dilakukan menggunakan metode Cement Treated Recycling Base (CTRB).


Pembangunan saluran drainase dan peningkatan badan jalan dilakukan secara bersamaan agar penanganan genangan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, baik dari sisi kelancaran aliran air maupun kondisi infrastruktur jalan.


Dengan rencana tersebut, penanganan drainase di kawasan Jalan Tjilik Riwut diharapkan dapat dilanjutkan secara bertahap hingga Jalan Pramuka dan menjadi bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir di wilayah perkotaan Sampit.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page