DPR RI Sebut Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan pada Warga Binaan yang Meninggal di Lapas Palangka Raya
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Anggota DPR RI Bias Layar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang warga binaan bernama Anton di Lapas Kelas IIA Palangka Raya.
Pernyataan tersebut disampaikan Bias Layar saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, Minggu (31/5/2026), didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah I Putu Murdiana dan Kalapas Kelas IIA Palangka Raya Hisam Wibowo.
Menurut Bias Layar, berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh warga binaan yang meninggal tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan awal pihak rumah sakit, secara fisik tidak ditemukan tanda kekerasan yang menjadi penyebab kematian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak lapas, Anton sebelumnya sempat melakukan upaya pelarian sehingga ditempatkan di ruang maximum security sesuai prosedur pengamanan yang berlaku.
Selama berada di ruang tersebut, kondisi kesehatan warga binaan disebut menurun karena tidak mau makan.
Bias Layar menegaskan seluruh proses penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani visum dan autopsi.
Menurutnya, tindakan autopsi dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari pihak keluarga.
Ia menambahkan hasil autopsi dan pemeriksaan medis lanjutan masih menunggu proses analisis tim dokter guna memastikan penyebab pasti meninggalnya warga binaan tersebut.
Terkait adanya bekas luka pada tubuh almarhum, Bias Layar menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan hanya menemukan bekas penggunaan borgol pada bagian tangan dan kaki yang merupakan bagian dari standar operasional prosedur pengamanan di ruang maximum security.
“Penggunaan borgol merupakan bagian dari SOP pengamanan untuk mencegah tindakan yang dapat membahayakan petugas maupun warga binaan lainnya,” katanya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil resmi autopsi sebagai dasar untuk memastikan penyebab kematian warga binaan tersebut secara menyeluruh. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri















Comments