BPBD Palangka Raya Perkuat Pemadaman Karhutla, Sumur Bor Dibuat Atasi Krisis Air
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus diperkuat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya bersama tim gabungan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran untuk mencegah api meluas dan menekan dampak kabut asap, Kamis (6/8/2026).
Salah satu kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah terbatasnya ketersediaan sumber air. Musim kemarau yang berlangsung menyebabkan parit, embung, dan sumber air di sekitar lokasi kebakaran mulai mengering sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Selain itu, karakteristik lahan gambut membuat proses penanganan semakin kompleks. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan gambut di bawah tanah sehingga berpotensi kembali menyala apabila pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan pihaknya mulai membangun sejumlah titik sumur bor di sekitar lokasi kebakaran untuk mendukung kebutuhan air bagi petugas.
"Pemasalahan yang kami hadapi adalah pemadaman belum dapat dilakukan secara tuntas karena keterbatasan sumber air. Ketika lahan gambut masih berasap, titik tersebut berpotensi kembali menyala," ujarnya.
Pembuatan sumur bor dilakukan melalui kerja sama BPBD Kota Palangka Raya dengan Manggala Agni Daops Palangka Raya dan Universitas Palangka Raya.
Menurut Hendrikus, keberadaan sumur bor dinilai lebih efektif dibandingkan mengangkut air menggunakan mobil tangki dari sumber air atau embung yang jaraknya cukup jauh dari lokasi kebakaran.
"Saat ini kami bekerja sama dengan Manggala Agni dan Universitas Palangka Raya untuk membuat beberapa titik sumur bor. Kami menilai cara ini lebih efektif daripada sistem transfer air dari mobil tangki ke embung untuk mendukung pemadaman," katanya.
Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, tim gabungan diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman dan pembasahan, terutama pada titik api di kawasan gambut maupun lokasi yang sulit dijangkau.
BPBD Kota Palangka Raya juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah kebakaran meluas. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments