top of page

Berkenalan dengan Yolanda, Ketua Perempuan Pertama Ikadubas Kalteng



Yolanda, Ketua IKADUBAS Kalteng 2026. (Foto: istimewa)
Yolanda, Ketua IKADUBAS Kalteng 2026. (Foto: istimewa)

KALTENGNETWORK, PALANGKA RAYA- Ikatan Duta Bahasa atau Ikadubas merupakan organisasi yang menghimpun para finalis ajang Duta Bahasa di tiap provinsi di Indonesia. Organisasi ini menjadi wadah bagi para alumni Duta Bahasa untuk terus berkontribusi dalam bidang kebahasaan, kesastraan, dan literasi di daerah masing-masing.


Meski dikelola secara mandiri oleh para alumni, Ikadubas tetap berada dalam pengawasan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sebagai mitra strategis dalam menjalankan berbagai program kebahasaan di daerah.


Keberadaan Ikadubas dinilai cukup spesial karena berisi individu-individu yang telah melalui proses seleksi Duta Bahasa dan memiliki kompetensi dalam bidang bahasa, literasi, dan wicara publik. Tidak hanya menjadi organisasi alumni, Ikadubas juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi bahasa dan literasi di tengah masyarakat.

Ikatan Duta Bahasa Kalteng saat menyukseskan kegiatan Balai Bahasa Kalteng. (Foto : istimewa)
Ikatan Duta Bahasa Kalteng saat menyukseskan kegiatan Balai Bahasa Kalteng. (Foto : istimewa)

Baru-baru ini, Ikadubas Kalimantan Tengah resmi memilih ketua baru untuk periode 2026–2028, yakni Yolanda Dwi Vivian Karawahenni, Terbaik III Duta Bahasa Kalimantan Tengah 2023. Menariknya, sepanjang perjalanan organisasi, Yolanda menjadi perempuan pertama yang dipercaya memimpin Ikadubas Kalteng.


Dalam wawancaranya bersama Kalteng Network, Yolanda mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman Ikadubas maupun Bapak/Ibu Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan bagi saya untuk mengemban tugas sebagai ketua Ikadubas periode 2026–2028,” ujarnya.

Yolanda sendiri merupakan lulusan Magister Pendidikan Fisika di Universitas Negeri Malang dan saat ini juga aktif sebagai wirausaha.


Menurutnya, kecintaan terhadap Ikadubas dan Balai Bahasa menjadi motivasi utama dirinya menerima amanah tersebut.

“Keduanya telah memberikan kesempatan dan wadah bagi saya untuk bertumbuh serta membentuk saya menjadi seperti sekarang,” katanya.


Ke depan, Yolanda membawa visi untuk mewujudkan Duta Bahasa Kalimantan Tengah yang unggul, berkarakter, dan berdaya. Salah satu langkah awal yang ingin ia lakukan ialah mendata kembali para alumni Duta Bahasa Kalimantan Tengah dari berbagai angkatan.

Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk membangun jaringan komunikasi serta memperkuat kolaborasi antar alumni.

Ia juga menilai Ikadubas memiliki peran penting sebagai ruang bertumbuh bagi para alumni untuk mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang kebahasaan maupun keterampilan interpersonal.

“Selain itu, Ikadubas menjadi wadah untuk mengembangkan berbagai keterampilan melalui berbagai kegiatan serta kolaborasi,” jelasnya.

Yolanda saat menerima penghargaan sebagai salah satu penaja (sponsor) pada pemilihan Duta Bahasa. (Foto: istimewa)
Yolanda saat menerima penghargaan sebagai salah satu penaja (sponsor) pada pemilihan Duta Bahasa. (Foto: istimewa)

Meski demikian, Yolanda mengakui ada tantangan tersendiri dalam menyatukan para alumni Duta Bahasa dari berbagai angkatan. Salah satunya ialah keterbatasan data alumni serta kesibukan masing-masing anggota.

Karena itu, ia ingin lebih banyak melibatkan alumni dalam berbagai kegiatan organisasi, baik sebagai penasihat, narasumber, maupun panitia pelaksana.


“Saya ingin rasa dihargai sebagai alumni maupun rasa kepemilikan untuk membangun Ikadubas dapat terus tumbuh di hati tiap-tiap orang,” ungkapnya.


Saat ini, selain menjalankan program-program organisasi, Ikadubas Kalteng juga tengah mempersiapkan wakil Kalimantan Tengah untuk ajang Duta Bahasa Nasional 2026.

“Kami masih menunggu informasi kapan Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 akan dilaksanakan. Namun, kami tetap mempersiapkan wakil sebaik mungkin sambil menunggu informasi tersebut,” tutupnya. -red


Penulis : Ivonne Hana

Editor : Emuna Asie

Comments


bottom of page