Bapas Sampit Perkuat Pembimbingan Klien Lewat Bimbingan Kerohanian dan Bantuan Sosial

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit memperkuat pembimbingan Klien Pemasyarakatan melalui pendekatan kepribadian, spiritual dan sosial.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Kepribadian Kerohanian yang dirangkai dengan pemberian bantuan sosial kepada Klien Pemasyarakatan di Aula Dynasty Hotel Aquarius Sampit, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu diikuti jajaran Bapas Sampit, mulai dari pejabat struktural, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda hingga pegawai. Sebanyak sembilan Klien Pemasyarakatan turut mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa Bapas Sampit, Reza Febriansyah, selaku ketua pelaksana menyampaikan laporan kegiatan sekaligus membuka kegiatan mewakili Kepala Bapas Sampit.
Dalam sesi utama, para klien mendapat penguatan kerohanian dari Ustaz Rakhmat Ilyasa melalui materi bertema “Menata Hati dan Perilaku Menuju Kebangkitan Diri.”
Materi tersebut mengajak para klien melakukan refleksi diri, memperkuat nilai moral dan spiritual, serta membangun pola pikir positif sebagai bekal menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Reza mengatakan bimbingan kerohanian menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan. Menurutnya, proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban selama masa bimbingan, tetapi juga mendorong kesadaran untuk memperbaiki diri.
“Bimbingan kepribadian kerohanian ini menjadi bagian penting dalam proses pembimbingan klien. Kami ingin klien tidak hanya menjalankan kewajibannya selama masa bimbingan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Reza.
Ia menjelaskan pembimbingan perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain pengawasan, penguatan karakter, moral dan kesadaran diri menjadi bagian yang turut diperhatikan.
“Melalui pendekatan yang humanis, kami berharap klien dapat lebih terbuka menyampaikan kondisi maupun permasalahan yang dihadapi, sehingga pembimbingan yang diberikan dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.
Usai sesi kerohanian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial kepada sembilan Klien Pemasyarakatan yang hadir.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan kepada para klien selama menjalani proses reintegrasi sosial.
Kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat komunikasi antara petugas Bapas dengan Klien Pemasyarakatan. Interaksi yang lebih terbuka diharapkan dapat membantu petugas memahami kondisi dan kebutuhan klien dalam menjalani masa pembimbingan.
Bapas Sampit menilai keberhasilan reintegrasi sosial tidak hanya bergantung pada aspek pengawasan. Kesiapan Klien Pemasyarakatan untuk kembali menjalankan peran secara positif di lingkungan keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian penting.
Karena itu, pembimbingan kepribadian dan kemandirian terus didorong untuk membantu klien meningkatkan kualitas diri, membangun kemandirian serta menjalani kehidupan secara bertanggung jawab.
“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat memberikan motivasi kepada klien untuk terus memperbaiki diri, memperkuat kepribadian, dan mampu menjalankan fungsi sosialnya dengan baik di tengah masyarakat,” tutur Reza.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Bapas Sampit selanjutnya terus mengembangkan pembimbingan yang mengedepankan pendekatan humanis dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments