top of page
KN.png

Bapas Sampit Gandeng Pengusaha Lokal, Siapkan Job Fair untuk Klien Pemasyarakatan

Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, memimpin rapat koordinasi bersama pengusaha lokal di Aula Tengah Bapas Sampit, Rabu (17/6/2026), dalam rangka persiapan pelaksanaan job fair dan program penyerapan tenaga kerja bagi klien pemasyarakatan. (Foto. Dok. Kalteng Network)
Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, memimpin rapat koordinasi bersama pengusaha lokal di Aula Tengah Bapas Sampit, Rabu (17/6/2026), dalam rangka persiapan pelaksanaan job fair dan program penyerapan tenaga kerja bagi klien pemasyarakatan. (Foto. Dok. Kalteng Network)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit terus memperkuat upaya reintegrasi sosial klien pemasyarakatan melalui program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian ekonomi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan para pengusaha lokal di Kabupaten Kotawaringin Timur guna membuka peluang kerja bagi klien setelah menjalani masa pembimbingan.


Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan koordinasi yang digelar di Aula Tengah Bapas Sampit, Rabu (17/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany.


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan bursa kerja atau job fair yang akan melibatkan sejumlah pelaku usaha lokal sebagai mitra strategis dalam mendukung program pembinaan klien pemasyarakatan.


Prayudha mengatakan, program tersebut dirancang untuk memperluas akses kerja bagi klien yang telah menjalani proses pembimbingan sehingga mereka memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.


“Kami berupaya membangun sinergi dengan para pengusaha lokal agar klien pemasyarakatan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan.

Melalui kegiatan job fair yang sedang kami persiapkan, kami berharap dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dengan potensi yang dimiliki klien Bapas,” ujarnya.


Menurutnya, keberhasilan proses reintegrasi sosial tidak hanya ditentukan oleh pembinaan yang diberikan selama menjalani masa bimbingan, tetapi juga dipengaruhi oleh ketersediaan lapangan pekerjaan yang dapat membantu klien memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.


Karena itu, Bapas Sampit memandang keterlibatan dunia usaha sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pemasyarakatan yang berkelanjutan.


“Kami berharap program ini memberikan dampak nyata bagi klien, terutama dalam memenuhi kebutuhan penghidupan dan meningkatkan kemandirian ekonomi mereka setelah kembali ke lingkungan sosial,” tambah Prayudha.


Selain membuka peluang kerja, kerja sama dengan pengusaha lokal juga diharapkan mampu mengurangi stigma terhadap mantan warga binaan dengan memberikan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi di lingkungan masyarakat.


Sebagai tindak lanjut, Bapas Sampit akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang dijalankan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur efektivitas penyerapan tenaga kerja sekaligus memastikan klien pemasyarakatan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan kerja.


Melalui kolaborasi antara Bapas dan dunia usaha, diharapkan semakin banyak klien pemasyarakatan yang memperoleh kesempatan kerja, meningkatkan taraf hidup, serta menjalani proses reintegrasi sosial secara lebih optimal.


Program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.-red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page