Lomba Bertutur Jadi Wadah Asah Literasi dan Kemampuan Komunikasi Pelajar di Palangka Raya
- Fransisca Fethy Angelina
- 50 minutes ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat budaya literasi sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi generasi muda melalui pelaksanaan Lomba Bertutur Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dispursip Kota Palangka Raya itu dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, serta dihadiri Bunda Literasi Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin. Sebanyak 50 peserta terbaik dari berbagai sekolah dasar mengikuti kompetisi tersebut setelah melalui proses seleksi di tingkat sekolah masing-masing.
Dalam sambutannya, Achmad Zaini menilai lomba bertutur memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan komunikasi anak sejak dini. Menurutnya, kemampuan menyampaikan cerita atau informasi dengan baik menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan.
“Hal yang terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana kita mengajarkan anak-anak bahwa sesuatu itu perlu penjelasan atau storytelling. Sesuatu akan terasa biasa saja kalau tidak dijelaskan dengan baik, tetapi dengan bertutur, penyampaiannya menjadi mudah dipahami, mengerti, dan tentunya jauh lebih menarik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme sekolah-sekolah di Kota Palangka Raya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Meski jumlah peserta dibatasi, minat sekolah untuk mengirimkan perwakilan terbaiknya dinilai sangat tinggi sebagai bentuk dukungan terhadap program penguatan literasi.
Sementara itu, Kepala Dispursip Kota Palangka Raya, Yohn Benhur G Pangaribuan, mengatakan lomba bertutur tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya melalui pengenalan cerita rakyat dan legenda nusantara kepada generasi muda.
Menurutnya, tradisi bertutur dan mendongeng merupakan salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral, sejarah, dan budaya kepada anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Kita memiliki kekayaan berupa cerita rakyat dan legenda nusantara yang luar biasa banyak. Agar tidak tergerus perkembangan zaman, nilai-nilai ini harus terus diwariskan, dan salah satu cara terbaiknya adalah lewat tradisi lisan seperti bertutur dan mendongeng sejak usia dini,” kata Yohn.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mendorong peningkatan minat baca peserta. Sebelum tampil di hadapan dewan juri, para peserta dituntut untuk membaca, memahami, dan mengolah isi cerita sehingga mampu menyampaikannya secara menarik dan komunikatif.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap budaya literasi dapat terus tumbuh di kalangan pelajar sekaligus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berkarakter, dan bangga terhadap kekayaan budaya bangsa. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana
















Comments