Bank Indonesia Dorong Peran Jurnalis Dalam Menjaga Kepercayaan Ekonomi Daerah
- Emuna Asie
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, MALANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) se-Kalimantan menyelenggarakan kegiatan Capacity Building Media dan Akademisi Wilayah Kalimantan Tahun 2026 di Hotel Santika Premiere Malang, Jawa Timur, pada Rabu (6/5/2026).
Mengusung tema “Penguatan Sinergisitas Komunikasi Jurnalis dan Opinion Maker se-Kalimantan”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kontribusi media dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah. Adapun tema besar yang diangkat adalah “Memperkuat Komunikasi, Menjaga Ekspektasi, Membangun Optimisme Ekonomi Kalimantan.”
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun jaringan komunikasi yang solid antara bank sentral, akademisi, dan insan pers. Menurutnya, ekonomi tidak semata-mata berkaitan dengan data dan angka, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik.
“Ekonomi itu setengah angka dan setengah trust. Angka hanyalah instrumen untuk membangun kepercayaan tersebut. Karena itu, peran jurnalis sangat penting sebagai opinion maker dalam memberikan edukasi positif kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah tantangan ekonomi global yang berdampak pada nilai tukar rupiah, tingkat pengangguran, hingga perlunya kebijakan yang responsif dan konsisten. Terkait potensi regional, Aloysius menilai Kalimantan memiliki posisi strategis sebagai lumbung energi dan pangan nasional yang memerlukan iklim investasi yang kondusif, termasuk dukungan dari lembaga seperti Danantara untuk mendorong hilirisasi berkelanjutan.
“Tantangan ke depan bukan hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga kestabilan di berbagai sektor lainnya. Karena itu, dibutuhkan narasi yang jelas dan mudah dipahami publik agar setiap kebijakan dapat diterima secara positif oleh pasar maupun masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Gunawan Prayitno, hadir sebagai narasumber yang membahas isu hilirisasi dan transformasi ekonomi dari ketergantungan pada sektor pertambangan menuju ekonomi berbasis nilai tambah.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas serta literasi masyarakat agar Kalimantan mampu memperoleh manfaat optimal dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, peserta turut menyoroti dilema antara percepatan hilirisasi dengan upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, muncul pula penekanan mengenai pentingnya sinkronisasi komitmen antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar arah pembangunan di Kalimantan dapat berjalan selaras.
Pada hari pertama, agenda kegiatan juga diisi dengan workshop penulisan editorial ekonomi bersama jurnalis senior nasional. Sesi ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengemas isu kebijakan ekonomi secara akurat, informatif, dan menarik bagi pembaca di daerah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai organisasi jurnalis, perwakilan media, serta akademisi dari seluruh Kalimantan, termasuk peserta dari Dinas Kominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah. -red Foto: mmc.kalteng















Comments