top of page

Search Results

2813 results found with an empty search

  • Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Langkah Stabilisasi Pasar

    KALTENG NETWORK, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), menjadi posisi terendah sepanjang sejarah. Berdasarkan data perdagangan pada Selasa (12/5/2026), rupiah sempat berada di kisaran Rp17.512 per dolar AS atau melemah sekitar 0,56 persen dibanding hari sebelumnya. Pelemahan rupiah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, tingginya suku bunga AS, ketegangan geopolitik internasional, hingga kekhawatiran investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Selain itu, penguatan dolar AS juga membuat banyak mata uang di Asia ikut tertekan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mulai mengaktifkan sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas pasar dan membantu penguatan rupiah. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah intervensi di pasar obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN). Menurutnya, langkah tersebut penting agar tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tidak melonjak terlalu tinggi yang bisa memicu keluarnya investor asing dari Indonesia. Pemerintah juga menyiapkan skema Bond Stabilization Fund (BSF) untuk membantu menjaga stabilitas pasar keuangan. Meski rupiah melemah, pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi aman. Purbaya menjelaskan perhitungan APBN 2026 sudah memperhitungkan kemungkinan pelemahan rupiah di atas asumsi dasar yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, pengamat ekonomi menilai tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar modal Indonesia. Pemerintah bersama Bank Indonesia diharapkan terus memperkuat koordinasi agar nilai tukar rupiah tetap stabil dan tidak memberikan dampak besar terhadap ekonomi masyarakat. -red

  • Gubernur Hadiri Konser Akbar Pesparawi Kalteng, Tekankan Penguatan Spiritual dan Kebersamaan

    KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Konser Akbar Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Gereja Kalimantan Evangelis Sakatik Palangka Raya, Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Kontingen Pesparawi Kalimantan Tengah menjelang ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026. Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya konser akbar tersebut. Ia berharap kegiatan itu dapat membawa berkat sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Kalimantan Tengah. “Saya meyakini kebersamaan hari ini merupakan bagian dari rencana Tuhan yang membawa berkat bagi kita semua, khususnya bagi kemajuan kehidupan keagamaan di Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kalimantan Tengah serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut Gubernur, konser akbar tersebut bukan sekadar pertunjukan, melainkan bukti kesiapan dan keseriusan Kontingen Kalimantan Tengah dalam menghadapi Pesparawi Nasional XIV. “Konser ini menunjukkan bahwa kontingen Kalimantan Tengah dipersiapkan secara matang, terukur, dan penuh dedikasi untuk menghadapi ajang nasional,” katanya. Gubernur menilai kegiatan keagamaan seperti Pesparawi memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul secara spiritual dan sosial. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan penguatan nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat. Selain itu, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan kegiatan keagamaan yang selaras dengan pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, pengurus LPPD, serta musisi nasional yang terlibat dalam pembinaan kontingen Kalimantan Tengah. “Melalui sinergi pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi gereja, dunia usaha, dan masyarakat, saya berharap kegiatan keagamaan seperti Pesparawi terus berkembang dan mampu mendukung pembangunan daerah,” tegasnya. Gubernur juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga disiplin, kekompakan, dan kesehatan menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV. Ia mengajak seluruh peserta memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan toleransi dalam semangat Huma Betang dan Belom Bahadat demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin maju dan sejahtera menuju Indonesia Emas. Konser akbar tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus menunjukkan kesiapan Kontingen Pesparawi Kalimantan Tengah menghadapi ajang nasional di Manokwari. Mengusung tema “Aku Hendak Memuji TUHAN Pada Segala Waktu” (Mazmur 34:2a) dengan subtema “Puji-Pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua”, kegiatan itu menampilkan berbagai kategori lomba yang akan diikuti pada Pesparawi Nasional XIV, mulai dari paduan suara dewasa, remaja pemuda, pria, wanita, anak, musik gerejawi nusantara, vokal grup, musik pop gerejawi, hingga kategori solo anak dan remaja. Melalui konser tersebut, Kontingen Pesparawi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk memberikan penampilan terbaik pada Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Ketua LPPD Kalimantan Tengah Guntur Taladjan, serta sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. -red Foto: mmc.kalteng

  • Bupati Saiful Pimpin Finalisasi Persiapan MTQH XXXIV Kalteng 2026 di Kasongan

    KALTENG NETWORK, KATINGAN - Bupati Katingan Saiful memimpin rapat finalisasi persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Katingan. Rapat berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Katingan, Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya percepatan sekaligus pemantapan kesiapan Kabupaten Katingan sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQH tingkat provinsi. Dalam rapat itu, sejumlah hal strategis dibahas, mulai dari finalisasi struktur panitia pelaksana, kesiapan awal pelaksanaan MTQH Provinsi Kalimantan Tengah, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya untuk mendukung kelancaran kegiatan. Bupati Saiful menegaskan bahwa MTQH XXXIV bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Kabupaten Katingan menunjukkan kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah dan tamu dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. “Terkait kesiapan pelaksanaan MTQH XXXIV di Kabupaten Katingan, tentu kita sebagai tuan rumah ingin kegiatan ini berjalan sukses dan sesuai harapan bersama. Walaupun ada keterbatasan anggaran dan beberapa kendala lain, saya yakin semuanya dapat diatasi melalui kerja sama dan kekompakan seluruh pihak,” ujar Saiful. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Katingan akan kembali menggelar rapat lanjutan guna memastikan seluruh persiapan dapat berjalan maksimal. “Ke depan akan ada rapat lanjutan dengan target kesiapan mencapai 95 persen agar seluruh tahapan persiapan benar-benar optimal,” tambahnya. Menurut Saiful, pelaksanaan MTQH XXXIV diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan manfaat serta keberkahan bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Katingan. Ia turut meminta seluruh pihak terkait segera menindaklanjuti hasil rapat, khususnya terkait kesiapan sarana dan prasarana, akomodasi, transportasi, hingga teknis pelaksanaan kegiatan. Rapat tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Katingan, MUI Kabupaten Katingan, LPTQ Kabupaten Katingan, kepala perangkat daerah, instansi terkait, serta jajaran panitia pelaksana MTQH XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Dengan dilaksanakannya rapat finalisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Katingan optimistis pelaksanaan MTQH XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Kasongan dapat berlangsung lancar dan sukses sesuai harapan bersama. -red Foto: Portal Katingan

  • HIPMI Kalteng Diharapkan Perkuat Sinergi dan Dorong Investasi untuk Ekonomi Daerah

    KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya peran Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Tengah sebagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat menghadiri Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) BPD HIPMI Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (11/5/2026). Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi pelaksanaan FORBISDA yang dinilai menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas organisasi, membangun kolaborasi program, serta meningkatkan kontribusi HIPMI terhadap pembangunan ekonomi di Kalimantan Tengah. Menurutnya, penguatan sektor usaha, khususnya pelaku usaha muda, menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang merata dan berkelanjutan. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memandang pelaku usaha muda memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi daerah yang inklusif dan berkesinambungan,” ujar Agustiar Sabran. Ia menilai tantangan ekonomi global, perkembangan digitalisasi, dan persaingan usaha yang semakin ketat menuntut HIPMI untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jaringan bisnis, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait. Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan HIPMI melalui berbagai program pengembangan ekonomi, seperti peningkatan investasi, pemberdayaan UMKM, hilirisasi sumber daya alam, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Ia berharap FORBISDA dapat menghasilkan gagasan inovatif serta rekomendasi strategis yang mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ekonomi Kalimantan Tengah. Selain itu, Agustiar mengajak seluruh kader HIPMI untuk membangun jiwa kewirausahaan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat. “Jadilah pengusaha muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat,” pesannya. Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Tengah, Bintang Agustiar Sabran, mengatakan FORBISDA menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antara pengusaha muda dan pemerintah daerah guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif. Ia menegaskan bahwa sinergi bersama pemerintah daerah diperlukan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing ekonomi lokal menuju Kalimantan Tengah yang semakin maju dan sejahtera. Bintang juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap perkembangan wirausaha muda melalui kemudahan perizinan, akses pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan usaha. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Wakil Bendahara BPP HIPMI Ade Jona Prasetiyo, kepala perangkat daerah dan instansi vertikal, pelaku usaha muda, akademisi, narasumber, mitra kerja, panitia, serta peserta FORBISDA. -red Foto: mmc.kalteng

  • 56 Peserta Lolos Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Kalteng 2026

    KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi menutup pelaksanaan Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (8/5/2026). Dari total 76 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 56 peserta dinyatakan memenuhi syarat, sementara 54 peserta resmi ditetapkan sebagai Calon Paskibraka Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan seleksi tersebut. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak terkait yang telah bersinergi sehingga seluruh rangkaian seleksi dapat berjalan lancar,” ujarnya. Linae juga menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang berhasil lolos seleksi tingkat provinsi dan akan melanjutkan tahapan seleksi tingkat pusat. “Selamat kepada peserta yang dinyatakan lulus seleksi tingkat provinsi dan kepada peserta yang akan mengikuti seleksi tingkat pusat agar dapat mengharumkan nama Kalimantan Tengah di tingkat nasional,” katanya. Sementara bagi peserta yang belum terpilih, ia meminta agar tetap semangat karena tetap memiliki kehormatan untuk bertugas sebagai anggota Paskibraka di kabupaten dan kota masing-masing. Menurutnya, tugas mengibarkan Sang Merah Putih di daerah juga membutuhkan dedikasi dan disiplin tinggi sebagai representasi generasi terbaik daerah. Ia berharap pelaksanaan seleksi tersebut dapat meningkatkan wawasan, pemahaman, serta kecintaan generasi muda terhadap bangsa dan negara. “Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan wawasan, pengetahuan, dan kecintaan kepada bangsa dan NKRI, khususnya Kalimantan Tengah, demi mewujudkan Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. Dari 56 peserta yang memenuhi syarat, ditetapkan tiga pasang putra-putri untuk mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat pusat. Nantinya, satu pasang akan dipilih menjadi perwakilan Kalimantan Tengah di tingkat nasional, sementara dua pasang lainnya akan kembali bertugas di tingkat provinsi. Sebanyak 54 peserta yang telah ditetapkan sebagai Calon Paskibraka Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 dijadwalkan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Palangka Raya pada Agustus mendatang. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, panitia penyelenggara, tim penilai seleksi, tim kesehatan, serta para pendamping peserta. -red Foto: mmc.kalteng

  • DPRD Murung Raya Dorong Rakerda TP-PKK Selaraskan Program hingga Tingkat Desa

    KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Dina Maulidah menegaskan agar hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) mampu menyelaraskan program kerja mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Menurut Dina, pelaksanaan Rakerda TP-PKK menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam pemberdayaan keluarga di Murung Raya. Hal tersebut disampaikannya usai membuka kegiatan Rakerda TP-PKK di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tira Tangka Balang, Puruk Cahu, Senin. Sebagai anggota DPRD, ia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai mampu mempererat kebersamaan antar pengurus PKK dari tingkat kabupaten sampai kecamatan dan desa. Dina yang juga menjabat Ketua Panitia Rakerda menilai TP-PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui program pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi dan kerja sama seluruh jajaran TP-PKK dalam menjalankan program yang langsung menyentuh kebutuhan warga. DPRD Murung Raya, lanjutnya, mendukung penuh berbagai program TP-PKK yang berfokus pada pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat. “Semoga TP-PKK terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan keluarga yang mandiri serta sejahtera di Kabupaten Murung Raya,” ujarnya. Selain Rakerda, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus TP-PKK tingkat kecamatan se-Kabupaten Murung Raya. Sebanyak 10 pengurus TP-PKK kecamatan mengikuti seluruh rangkaian acara. Kegiatan yang mengangkat tema terwujudnya keluarga berdaya dan sejahtera untuk mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 serta Murung Raya Hebat yang semakin maju dan sejahtera itu turut dihadiri Bupati Murung Raya Heriyus, Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta pengurus TP-PKK tingkat kabupaten dan kecamatan. -red

  • Disdik Kalteng Pastikan SPMB 2026 Transparan, Digital, dan Bebas Pungli

    KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 harus berlangsung transparan, berbasis digital, serta bebas dari praktik pungutan liar dan titip-menitip calon peserta didik. Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 dan Sosialisasi SPMB SMA, SMK, serta SKH Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Berkah Disdik Kalteng, Kamis (7/5/2026). Reza menyebut kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, terkait efisiensi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. Menurutnya, agenda yang sebelumnya dilaksanakan terpisah kini digabung menjadi satu rangkaian kegiatan. “Ini menjadi bukti bahwa kita menjalankan arahan Bapak Gubernur mengenai efisiensi kegiatan pemerintahan,” ujarnya. Ia menjelaskan, terdapat dua agenda utama dalam kegiatan tersebut, yakni penyusunan kalender akademik tahun 2026 dan sosialisasi sistem penerimaan murid baru beserta kuota masing-masing sekolah. Reza menegaskan seluruh proses penerimaan siswa baru di Kalimantan Tengah wajib dilakukan secara online. Digitalisasi dinilai penting untuk menciptakan proses yang lebih terbuka, mudah dipantau, dan akuntabel. “Saya berharap seluruh sekolah di Kalimantan Tengah yang sudah terhubung internet tidak lagi melakukan proses secara manual,” katanya. Melalui sistem daring, Disdik Kalteng dapat memantau perkembangan pendaftaran secara real time, mulai dari jumlah pendaftar, grafik minat sekolah, hingga sisa kuota di setiap satuan pendidikan. Jika terdapat sekolah dengan jumlah peminat rendah, dinas dapat segera berkoordinasi dengan camat maupun pihak terkait untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Menurut Reza, sistem online membuat seluruh proses lebih transparan karena setiap data yang diunggah dapat dipantau dengan jelas. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan larangan keras terhadap praktik pungli maupun titip-menitip calon siswa dalam pelaksanaan SPMB. “Tidak ada lagi pungutan liar ataupun praktik titip-menitip calon siswa karena semuanya sudah menggunakan sistem digital,” tegasnya. Ia menambahkan, sistem yang diterapkan memiliki rekam jejak elektronik sehingga setiap perubahan data dapat diketahui, termasuk akun yang melakukan perubahan. Hal itu dinilai mampu mencegah manipulasi data dalam proses penerimaan siswa baru. Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menghadirkan aplikasi Whistleblowing System (WBS) yang terintegrasi dengan layanan pengaduan gubernur. Aplikasi tersebut digunakan untuk menampung laporan dan pengaduan dari siswa, guru, kepala sekolah, hingga masyarakat terkait persoalan pendidikan di lapangan. Melalui penerapan digitalisasi dan pengawasan yang lebih ketat, Disdik Kalteng berharap pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan lebih bersih, adil, transparan, serta memberikan layanan pendidikan yang merata bagi masyarakat Kalimantan Tengah. -red Foto: mmc.kalteng

  • DPRD Murung Raya Apresiasi Upaya Pemkab Tangani Kelangkaan BBM di Puruk Cahu

    KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., M.M., S.P., M.A.P., memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat meresahkan masyarakat di Puruk Cahu dan sekitarnya. Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai langkah yang diambil pemerintah daerah sudah tepat karena tidak hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga memperkuat pengawasan distribusi agar penyaluran BBM kembali berjalan normal sesuai aturan. “Saya mengapresiasi pemerintah daerah yang bergerak cepat dalam menangani persoalan kelangkaan BBM di Puruk Cahu,” kata Bebie kepada awak media, Minggu (10/5/2026). Menurutnya, pengawasan dan penertiban distribusi BBM harus dilakukan secara menyeluruh oleh seluruh pihak terkait agar penyaluran benar-benar tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap BBM dapat terpenuhi tanpa memicu antrean panjang maupun kelangkaan di lapangan. Bebie juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya pelayanan kepada masyarakat dilakukan sesuai standar operasional, sekaligus memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman guna memenuhi kebutuhan warga. Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah, aparat pengawas, dan pihak SPBU terus diperkuat untuk mencegah terulangnya kelangkaan BBM di masa mendatang. Menurutnya, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga dengan baik. -red

  • Nations Table Panel Highlights Global Unity at RHAPATHON 2026 with Pastor Chris

    KALTENG NETWORK, LAGOS - The spirit of global unity and evangelism was strongly reflected during the Nations Table Panel at RHAPATHON 2026 with Pastor Chris Oyakhilome, as participants from different countries came together to celebrate the worldwide impact of Rhapsody of Realities. RHAPATHON 2026, held from May 4th to May 8th, carried the inspiring theme, “Powering the Race to Reach the Last Man,” focusing on global soul winning, outreach, and the expansion of the Gospel through the Messenger Angel, Rhapsody of Realities. The Nations Table Panel showcased the diversity and unity of believers across continents. Representatives from various nations shared inspiring testimonies, outreach achievements, and the remarkable impact of Rhapsody of Realities in their regions. The atmosphere was filled with excitement as delegates highlighted translation projects, evangelism campaigns, youth outreaches, and humanitarian efforts taking place around the world. The panel reflected the core vision of RHAPATHON — reaching every nation, every language, and every person with the Gospel of Jesus Christ. Participants emphasized how the devotional continues to transform lives globally through widespread distribution, digital platforms, and strategic missionary partnerships. During the program, Pastor Chris inspired the global audience with messages centered on faith, evangelism, and the urgency of taking God’s Word to the ends of the earth. His teachings encouraged believers everywhere to remain committed to the divine mandate of reaching the last man. One of the most memorable aspects of the Nations Table Panel was the visible demonstration of cultural diversity and international collaboration. Delegates proudly represented their countries while united by one vision — advancing the Gospel globally through the power of God’s Word. The session stood as a powerful reminder that RHAPATHON is not just an event, but a worldwide movement mobilizing millions of believers toward global evangelism and transformation. As testimonies continued to pour in from different nations, the impact of the Messenger Angel remained evident throughout the program. RHAPATHON 2026 once again reinforced the message that when believers from all nations unite with purpose and faith, extraordinary global impact becomes inevitable.

  • Gubernur Lantik Pengurus PERGATSI Kalteng 2026–2030, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

    KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 yang digelar di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (7/5/2026). Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Juni Gultom. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa kemajuan bagi olahraga gateball sekaligus meningkatkan prestasi atlet di Kalimantan Tengah. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi,” ujar Gubernur. Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. Hal tersebut sejalan dengan visi Kalteng Berkah dan Kalteng Maju yang menempatkan sektor olahraga sebagai bagian penting dalam pembinaan karakter masyarakat. Gubernur juga mendorong PERGATSI Kalimantan Tengah menjadi penggerak utama dalam pembinaan atlet serta pengembangan olahraga gateball hingga ke berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Ia berharap kepengurusan baru dapat menyusun program kerja yang terarah dan berkelanjutan, memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, serta meningkatkan kualitas kompetisi di tingkat daerah. Selain itu, Agustiar Sabran mengingatkan seluruh pengurus agar menjaga kekompakan dan menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, Ketua Umum PERGATSI Kalimantan Tengah Juni Gultom menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah dilantik dan berharap kepengurusan baru mampu mendorong perkembangan olahraga gateball di daerah. Menurut Juni, gateball merupakan olahraga yang memadukan strategi, ketepatan, dan kerja sama tim sehingga dapat dimainkan oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Ia juga menilai perkembangan gateball di Indonesia terus menunjukkan tren positif dan semakin diminati masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus bekerja secara solid dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan dalam membangun organisasi. “Gateball diharapkan semakin dikenal masyarakat dan mampu melahirkan atlet berprestasi dari Kalimantan Tengah,” tegas Juni. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PB PERGATSI Diana Kusumastuti, unsur FORKOPIMDA, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Ketua Umum KONI Kalimantan Tengah Rahmat Hidayat, serta sejumlah organisasi kepemudaan dan olahraga. -red Foto: mmc.kalteng

  • DPRD Murung Raya Tingkatkan Kapasitas Pengawasan Lewat Bimtek

    KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) guna memperkuat kapasitas anggota legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran secara optimal. Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta pada 7–10 Mei 2026. Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, mengatakan bimtek menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman anggota DPRD sebagai wakil rakyat. Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema strategi optimalisasi fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah itu diperlukan karena anggota DPRD memiliki latar belakang profesi yang beragam. “Anggota DPRD berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, pekerja perbankan, wiraswasta hingga pelaku usaha lainnya. Karena itu diperlukan pendalaman tugas agar seluruh anggota dapat memahami mekanisme dan fungsi DPRD dengan baik,” ujar Dina. Ia menjelaskan, pelaksanaan bimtek mengacu pada Permendagri Nomor 6 Tahun 2024 tentang orientasi dan pendalaman tugas anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman seluruh anggota DPRD semakin meningkat. Dina juga mengingatkan peserta agar mengikuti bimtek dengan serius dan tidak menjadikannya sekadar agenda formalitas semata. Ia mengaku, sebagai anggota DPRD yang baru pertama kali menjabat, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan pemahaman terkait tugas legislatif. Selain itu, pembahasan mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah menjadi salah satu materi penting dalam bimtek agar anggota DPRD mampu memberikan rekomendasi yang lebih tepat dan konstruktif. Dina turut menyampaikan apresiasi kepada Universitas Respati Indonesia yang menjadi mitra dalam pelaksanaan bimtek DPRD Murung Raya. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut demi mendukung peningkatan kualitas kinerja DPRD dan pelayanan kepada masyarakat. “Semoga kegiatan ini terus berlanjut sehingga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Murung Raya,” tutup Dina. -red

  • Mungkinkah Generasi Z Menembus Batas Kelas Sosial?

    Penulis: Muhammad Rani/Mind your Money KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Selama puluhan tahun, orang tua selalu menanamkan satu narasi kepada anak-anaknya bahwa dengan bekerja keras, raih pendidikan tinggi, maka kelas sosialmu akan ikut naik. Narasi itu berhasil untuk generasi Baby Boomer dan sebagian Generasi X. Namun bagi Generasi Z, mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012 dan kini mulai memasuki dunia kerja secara penuh, narasi tersebut mulai terbentur. Biaya kuliah melonjak 177 persen dibanding era Baby Boomer setelah disesuaikan inflasi.[1] Harga rumah di kota-kota besar telah melampaui kemampuan beli rata-rata pekerja muda. Dan yang paling mengejutkan, 51 persen lulusan Gen Z menyebut gelar sarjana mereka sebagai keputusan finansial yang tidak sepadan. [2] Kondisi sekarang tidak lagi soal seberapa keras Generasi Z mau bekerja dan berusaha, melainkan apakah sistem yang mereka warisi masih memungkinkan terjadinya kenaikan kelas sosial. Social mobility, atau kemampuan seseorang untuk berpindah dari satu kelas sosial ke kelas yang lebih tinggi terlepas dari latar belakang keluarganya, adalah indikator paling jujur dari seberapa adil sebuah masyarakat bekerja. Ketika mobilitas ini macet, posisi seseorang dalam hierarki ekonomi ditentukan bukan oleh usaha dan kemampuannya, melainkan oleh kondisi tempat lahirnya dan seberapa mumpuni keuangan orang tuanya. Inilah yang kini terjadi secara struktural pada Generasi Z di banyak negara, termasuk Indonesia. Generasi Z mewarisi tiga pukulan struktural yang datang berurutan. Pertama, Krisis Keuangan Global 2008 melukai keuangan keluarga mereka ketika mereka masih anak-anak, memotong tabungan dan aset orang tua yang seharusnya menjadi modal awal mobilitas. Kedua, Pandemi COVID-19 membatalkan atau menunda permulaan karir mereka tepat di masa paling krusial, yaitu dua hingga tiga tahun pertama di dunia kerja yang menentukan trajektori penghasilan jangka panjang. Ketiga, mereka menanggung utang pendidikan dengan rata-rata beban 22.948 dolar AS per peminjam dan laju pertumbuhan utang tercepat di antara semua generasi, yakni 6,72 persen per tahun secara gabungan. [3] Utang ini menjadi jangkar yang menunda kemampuan mereka untuk menabung, berinvestasi, atau membeli aset sejak hari pertama bekerja. Pendidikan tinggi yang selama beberapa dekade dipromosikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan kini menghadapi krisis kepercayaan yang serius di Indonesia. Meski data BPS 2025 mencatat terdapat pertumbuhan sebesar 11 persen pada penduduk Indonesia yang menamatkan pendidikan tinggi, gelar sarjana ternyata tidak lagi menjamin akses ke pasar kerja formal. [4] Lapangan kerja formal yang tercipta di Indonesia terus menyusut secara dramatis, dari 15,6 juta pekerjaan baru pada periode 2009 hingga 2014, anjlok menjadi hanya 2 juta pada periode 2019 hingga 2024, sementara jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah setiap tahun. [5] Akibatnya, per Februari 2024 Gen Z menyumbang lebih dari 50 persen dari total pengangguran terbuka nasional, dan jika ditambahkan mereka yang masuk kategori NEET, yaitu tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengikuti pelatihan apapun, angkanya melonjak menjadi hampir 9,9 juta jiwa muda yang produktivitasnya terbuang sia-sia. [6] Ini tidak menunjukkan bahwa generasi z menyerah, namun struktur ekonomi Indonesia yang belum mampu menyerap output dari sistem pendidikannya sendiri, dan Gen Z adalah generasi yang paling langsung menanggung akibatnya. Di sisi lain, era digital membuka jalur mobilitas yang sebelumnya tidak pernah tersedia. Sebanyak 52 persen profesional Gen Z sudah aktif dalam ekonomi gig sebagai bagian dari strategi penghasilan mereka, [7] memanfaatkan internet untuk mengakses klien global, membangun audiens, dan memonetisasi keahlian tanpa harus melewati jalur institusi formal yang mahal. Seseorang yang lahir di keluarga buruh di daerah terpencil kini secara teknis bisa belajar pemrograman secara gratis dan menjual jasanya ke perusahaan di luar negeri. Namun akses internet berkualitas, perangkat yang memadai, dan literasi digital masih terkonsentrasi di kelompok yang sudah memiliki keunggulan ekonomi. Teknologi membuka pintu mobilitas, tetapi di saat yang sama memperlebar jurang antara mereka yang bisa memanfaatkannya dan mereka yang tidak. Ini adalah paradoks terbesar Generasi Z, alat untuk naik kelas sosial sudah ada, tetapi distribusi aksesnya masih sangat tidak merata. Selain itu, kesenjangan ini juga tidak bisa diselesaikan oleh individu semata. Data OECD menunjukkan bahwa di Denmark hanya dibutuhkan dua generasi bagi seseorang dari keluarga berpenghasilan rendah untuk mencapai rata-rata pendapatan nasional, sementara di banyak negara berkembang angka itu mencapai tujuh hingga sebelas generasi. [7] Denmark mencapai posisi itu melalui kebijakan redistribusi yang kuat, investasi publik masif dalam pendidikan, dan jaring pengaman sosial yang konsisten selama puluhan tahun [8] bukan melalui semangat kerja keras individual semata. Social mobility bagi Generasi Z masih mungkin, tetapi hanya jika dua hal terjadi secara bersamaan. Pada level individu, strategi harus lebih presisi dari sekadar kerja keras dan fokus terhadap pemilihan keahlian teknis yang tahan terhadap otomasi dan bernilai pasar global, membangun modal sosial secara aktif melampaui batas geografis, dan memulai investasi aset sedini mungkin bahkan dengan penghasilan yang belum besar. Pada level struktural, tanggung jawab tidak bisa sepenuhnya diletakkan di pundak individu. Reformasi dalam kebijakan pendidikan, akses perumahan, dan redistribusi ekonomi adalah prasyarat yang tidak bisa diabaikan. Generasi Z kini telah melampaui Baby Boomer dalam porsi angkatan kerja Amerika Serikat dan diproyeksikan menyentuh 30 persen dari total angkatan kerja global pada 2030. [9] Dengan kecakapan digital yang memungkinkan mereka mengorganisir diri lebih cepat dari generasi mana pun sebelumnya, mereka memiliki kekuatan kolektif yang nyata untuk mendorong perubahan kebijakan tersebut. Tangga sosial memang terasa lebih berat untuk dipijak hari ini. Tetapi selama ada generasi yang cukup sadar untuk mempertanyakan mengapa tangga itu berat dan cukup terorganisir untuk menuntut pembangunannya kembali, tangga itu belum sepenuhnya runtuh. Referensi [1] ConsumerAffairs (2025). Comparing the Costs of Generations. consumeraffairs.com/finance/comparing-the-costs-of-generations [2] Indeed / Newsweek (2025). Most Gen Z Graduates Now Think College Was Waste of Money. newsweek.com/gen-z-graduates-college-poll-2064531 [3] EducationData.org (2024). Student Loan Debt by Generation. educationdata.org/student-loan-debt-by-generation [4] GoodStats / BPS (2025). Lulusan Perguruan Tinggi RI Terus Bertambah, Tembus 11% pada 2025. goodstats.id/article/lulusan-perguruan-tinggi-ri [5] Tim Jurnalisme Data Kompas / Sakernas BPS (2024). Nyaris 10 Juta Gen Z Pengangguran, Ternyata Ini Akar Masalahnya. money.kompas.com/read/2024/05/24 [6] Sakernas via CNBC Indonesia (2024). Gen Z Nganggur, Pemerintah Siap Beri Atensi. Data Februari 2024. cnbcindonesia.com/research/20240812 [7] Statista / OECD (2023). A Broken Social Elevator? statista.com/chart/30387/social-elevator-oecd [8] World Economic Forum (2020). Global Social Mobility Report 2020. weforum.org/stories/2020/01/these-are-the-10-countries-with-the-best-social-mobility [9] U.S. Department of Labor, ETA (2024). Trendlines August 2024. dol.gov/.../Trendlines_August_2024

bottom of page