Wagub Kalteng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla Selama Musim Kemarau
- Fransisca Fethy Angelina
- Jul 21
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Katingan di halaman Kantor Bupati Katingan, Senin (20/7/2026).
Edy mengatakan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada 2026 diperkirakan lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino. Karena itu, upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas perekonomian.
Dalam amanatnya, Edy mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga 31 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya risiko karhutla selama musim kemarau.
"Sebagaimana informasi yang disampaikan BMKG, tahun 2026 diperkirakan lebih kering akibat El Nino. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla sampai dengan 31 Oktober 2026. Kewaspadaan, mitigasi, kesiapan, dan kesiapsiagaan menghadapi terjadinya kebakaran hutan dan lahan perlu terus kita perkuat," tegasnya.
Menurut Edy, keberhasilan mencegah karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah, TNI, Polri, maupun petugas pemadam kebakaran, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh masyarakat. Ia mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
"Karhutla bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga dunia pendidikan. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Katingan Saiful menegaskan Pemerintah Kabupaten Katingan siap menindaklanjuti arahan Pemerintah Provinsi dengan memperkuat langkah-langkah pencegahan, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, serta masyarakat agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Katingan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan. Jika melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat," kata Saiful.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan terus meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya karhutla, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian daerah.
"Kami ingin seluruh elemen masyarakat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Menjaga hutan dan lahan tetap aman berarti menjaga kualitas udara, melindungi sumber penghidupan masyarakat, serta memastikan aktivitas ekonomi dan pendidikan tetap berjalan dengan baik," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Katingan berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dapat meminimalkan risiko karhutla selama musim kemarau. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi keselamatan bersama. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments