top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Kabut Asap Selimuti Palangka Raya, Dinkes Siapkan 43 Titik Rumah Oksigen

6 hours ago
2 min read
Rumah oksigen disiapkan Pemko Palangka Raya untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap. (Foto: MC Palangka Raya).
Rumah oksigen disiapkan Pemko Palangka Raya untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap. (Foto: MC Palangka Raya).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan menyediakan 43 titik rumah oksigen untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Layanan tersebut disiapkan sebagai pertolongan pertama bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap, sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, H. Riduan, mengatakan program rumah oksigen telah dicanangkan sejak Juli 2026, seiring meningkatnya kepekatan kabut asap dan mempertimbangkan pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya.


“Jika masyarakat mengalami sesak napas, batuk, pilek dan gangguan kesehatan lainnya akibat kabut asap, rumah oksigen ini sebagai pertolongan pertama yang bisa diakses sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk penindakan lebih lanjut,” ujar Riduan.


Ia menjelaskan, meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu indikator yang mendasari penyediaan layanan tersebut.


Menurutnya, kondisi karhutla yang masih terjadi berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, sehingga diperlukan langkah antisipasi untuk memastikan masyarakat memperoleh pertolongan ketika mengalami keluhan pernapasan.


Riduan menyebutkan, sesuai arahan Wali Kota Palangka Raya, sebanyak 43 titik rumah oksigen telah disiapkan dan tersebar di 11 puskesmas, puskesmas pembantu, serta sejumlah kelurahan.


Setiap titik dilengkapi tabung oksigen untuk mendukung pelayanan kepada warga yang membutuhkan bantuan pernapasan.


Untuk memastikan layanan berjalan optimal, Dinas Kesehatan juga mengerahkan tenaga kesehatan puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.


Selain itu, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Universitas Eka Harap Palangka Raya dengan melibatkan mahasiswa tingkat akhir untuk membantu pelayanan di rumah oksigen.


Layanan tersebut disiapkan beroperasi selama 24 jam penuh agar masyarakat dapat mengakses pertolongan kapan pun diperlukan.


Pemko Palangka Raya berharap keberadaan rumah oksigen dapat membantu mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap, sekaligus memperluas akses pertolongan awal bagi warga di berbagai wilayah kota.


-red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page