JOC Dominos Cup Season 6 Satukan Jurnalis, Aktivis, dan Mahasiswa, Densus 88 Ajak Tangkal Radikalisme
- Fransisca Fethy Angelina
- 5 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Sebanyak 52 peserta yang terdiri dari jurnalis, aktivis, dan mahasiswa mengikuti JOC Dominos Cup Season 6 (S-6) yang dirangkaikan dengan workshop bertema "Kalimantan Tengah Melawan Serta Menolak Paham Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, dan Kekerasan" di Along Space, Jalan Janah Jari, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan domino, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus edukasi untuk memperkuat semangat kebangsaan, toleransi, dan kolaborasi antarberbagai elemen masyarakat.
Ketua Panitia JOC Dominos Cup Season 6, Giben, mengatakan turnamen tersebut diselenggarakan sebagai wadah mempererat hubungan antara jurnalis, aktivis, dan mahasiswa melalui kegiatan yang bersifat positif dan membangun.
"Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai wadah untuk mempererat kebersamaan, menjalin keakraban, serta memperluas jejaring antarpeserta dari berbagai latar belakang. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga melalui kegiatan-kegiatan positif," ujarnya.
Selain pertandingan domino, peserta juga mendapatkan materi dalam workshop yang membahas upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, terorisme, serta berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.
Ketua Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88 Anti Teror, Iptu Ganjar Satriyono, menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan salah satu langkah penting dalam membangun kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan.
"Melalui kegiatan seperti ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda dan insan pers, agar mampu mengenali serta menolak paham intoleransi, radikalisme, terorisme, maupun segala bentuk kekerasan. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan bersama-sama melalui edukasi dan kolaborasi," katanya.
Menurut Ganjar, media, akademisi, aparat keamanan, dan masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Karena itu, sinergi seluruh elemen menjadi kunci dalam mencegah berkembangnya paham ekstremisme di tengah masyarakat.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Sementara itu, pertandingan domino berjalan dalam suasana penuh keakraban hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap terbangun hubungan yang semakin erat antar komunitas sekaligus meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, terorisme, maupun kekerasan di Kalimantan Tengah. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments